Berita

Politik

PILPRES 2014

Demi Kehormatan TNI, Kebocoran Surat Pemberhentian Prabowo Harus Diusut

SABTU, 14 JUNI 2014 | 15:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk mengusut tuntas bocornya surat keputusan putusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) berisi pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI menuai dukungan.

Menurut Sekretaris Jenderal RECLAIM Indonesia Akhmad Suhaimi sebagai pendukung pasangan Prabowo-Hatta, pengusutan perlu dilakukan untuk menjaga kehormatan dan netralitas TNI.

"Kami yakin panglima dapat mengungkap dalang dan motif bocornya surat keputusan DKP tersebut. Karena, jelas merupakan salah satu bentuk black campaign terhadap pasangan Prabowo-Hatta," kata Suhaimi melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi (Sabtu, 14/6).


Surat keputusan DKP yang berisi pemberhentian Prabowo danri ABRI dibuat pada 21 Agustus 1998. Surat berklasifikasi rahasia itu ditandatangani para petinggi TNI kala itu.

Dalam surat tersebut tercatat bahwa Ketua DKP adalah Subagyo HS, Letnan Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Wakil Ketua DKP, dan sekretaris adalah Djahari Chaniago. Adapun empat anggota DKP adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar, Ari J Kumaat, dan Yusuf Kartanegara.

Suhaimin menjelaskan Prabowo pernah menjadi cawapres Megawati pada pemilu 2004 lalu, tapi serangan pada Prabowo tidak sekeras sekarang. Keyakinan RECLAIM Indonesia, lanjutnya, hal itu terjadi karena pada pemilu lalu Prabowo berpasangan dengan Megawati dengan di dukung oleh PDIP. Lebih dari itu karena rival politik Prabowo ketika itu adalah SBY-Boediono yang memakai politik santun dan beretika.

Menurutnya, ketika itu tidak ada serangan black campaign dengan isu HAM atau dengan bocornya keputusan DKP.

"Yang membedakan kenapa serangan black ampaign begitu keras adalah saat sekarang Prabowo menjadi capres berpasangan dengan Hatta Rajasa, bukan berpasangan dengan Megawati selaku ketum PDIP yang mendukung Jokowi pada 2009 lalu," jelasnya.

Suhaimi berharap masyarakat lebih cerdas dalam melihat isu ini. "Jadi,  silahkan masyarakat simpulkan sendiri terkait kerasnya black campaign dan bocornya putusan DKP terhadap Prabowo Subianto," ucapnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya