Berita

cho taiyoung dan margiono/KoreaKini

Dubes Cho: Jembatan Antarbangsa Butuh Bantuan Media

SABTU, 14 JUNI 2014 | 08:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Cho Tai-young baru dua minggu berada di Jakarta. Mantan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan ini kini menempati pos baru sebagai Dutabesar Republik Korea untuk Republik Indonesia.

Menjadi dutabesar di Indonesia adalah salah satu mimpi lama yang dia punya.

Jumat siang (13/6) Cho Tai-young mengujungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di lantai empat Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dalam kunjungan itu Cho Tai-young didampingi Direktur Pusat Kebudayaan Korea Kim Seok-gie dan Asisten Dubes Kim Hoil.

“Sebelum bertugas (di Indonesia), saya pernah minta dan menyampaikan keinginan menjadi dutabesar di Indonesia,” ujarnya dalam pertemuan dengan unsur pimpinan PWI Pusat, seperti dikutip dari KoreaKini.

Dubes Cho duduk berdampingan dengan Ketua Umum PWI Margiono di bagian kepala meja. Pimpinan PWI lain yang hadir dalam pertemuan itu antara lain adalah Ketua bidang Luar Negeri Teguh Santosa, Ketua bidang Advokasi dan Kepala LBH Wartawan Tri Agung Kristianto, Ketua bidang Teknologi dan Informasi yang juga Kepala Kesekretariatan Priyambodo RH, Wakil Bendahara Umum Muhammad Ihsan, dan Wakil Sekjen Rudy Novrianto.

“Indonesia adalah negara yang betul-betul penting bagi Korea Selatan. Apalagi Indonesia memainkan leading role di ASEAN yang juga penting bagi Korea Selatan,” kata dia lagi.

Cho mengatakan, pengalaman yang dia miliki sebagai Jurubicara Kementerian Luar Negeri selama satu tahun dan sepuluh bulan mengajarkan betapa media dan jurnalis memiliki peran yang begitu penting dalam menyebarkan kebijakan luar negeri pemerintahnya.

Karena itu, menurut Cho, tugas baru sebagai Dutabesar Korea untuk Indonesia ini juga membutuhkan hubungan baik dengan media massa dan jurnalis Indonesia.

“Tanpa bantuan media dan jurnalis saya tidak akan bisa mendekati masyarakt indonesia. Saya pikir, Dubes dan Kedubes adalah berfungsi menjembatani kedua negara. Kalau ingin jadi jembatan yang kuat Dubes atau Kedubes membutuhkan bantuan wartawan,” ujar Cho lagi.

Karena baru dua minggu di Indonesia Cho belum berkesempatan menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden SBY. Setelah menyerahkan surat-surat kepercayaan, dia akan mengintensifkan komunikasi dengan media massa dan jurnalis di Indonesia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya