Berita

HIPMI Jaya: UKM Perlu Pendampingan

KAMIS, 12 JUNI 2014 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menurutnya, selama ini UKM mengalami kesulitan untuk bisa mengakses pasar modern. Namun, untuk mewujudkan hal ini bukanlah semudah membalikan telapak tangan. Saat ini daya saing produk UKM masih sangat variatif.

"Sektor UKM harus didorong untuk mampu bersaing. Jangan sampai kalau sudah difasilitasi, barang yang masuk kualitasnya tidak beda dengan kualitas pasar tradisional," kata Iskandarsyah dalam siaran persnya hari ini (Kamis, 12/6).

Oleh karenanya perlu ada pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM tentang standarisasi kualitas produk UKM. “Akses pasar merupakan salah satu bentuk affirmative action.  Ditambah dengan pendampingan kualitas produk, maka akan menjaga kelangsungan UKM untuk bersaing dalam Asean Economic Community 2015,” katanya.


Karena itu, HIPMI Jaya mengusulkan sebelum produk UKM itu dipaksakan masuk di mall,  para pelaku UKM harus diberikan pelatihan-pelatihan atau pembinaan bagaimana caranya agar produk mereka bisa di beli oleh para pengunjung mall tersebut dan dapat bersaing dengan produk-prduk yang ada di mall tersebut.

Salah satu pembinaan yang bisa di berikan misalnya packaging. “Di kita itu banyak produk-produk makanan. Seperti dodol, semprong dan lain-lain. Tetapi karena kemasannya kurang menarik akhirnya pelanggan lebih memilih produk luar negeri yang kemasannya lebih menarik,” katanya.

Ketua Bidang UMKM dan Koperasi BPD HIPMI Jaya Zack Sumendap menambahkan, salah satu kesulitan sektor UKM masuk ke Pasar Modern bukan hanya disebabkan kualitas produk, namun juga dikarenakan sewa yang terlalu tinggi.

"Untuk masuk ke mall bukan perkara mudah bagi UKM. Modal menjadi perkara tersendiri bagi UKM. Pasalnya mall juga tidak bisa mengorbankan keuntungannya, hanya semata-mata untuk mewadahi UKM. Mall memiliki standart operasi mall tersendiri," ungkap Zack.

Oleh karenanya, BPD HIPMI Jaya mengharapkan adanya solusi pembiayaan bagi sektor UKM untuk melakukan ekspansi ke pasar modern. Menurutnya, UKM bisa dijadikan sebagai anak asuh pasar modern, atau memfasilitasi UKM masuk ke mall sebagai program CSR bagi para pemilik pusat perbelanjaan modern.

"Agar bisa diwujudkan harus ada payung hukum yang jelas yang bisa mewadahi kepentingan pusat perbelanjaan modern dan juga pengusaha UKM," katanya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya