Berita

Martin Manurung/net

Politik

Pengusutan Aktivitas Politik Babinsa Masih Setengah Hati

SENIN, 09 JUNI 2014 | 23:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Ajakan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar warga memilih capres-cawapres tertentu sebagai kegiatan politik. Karena itu, seharusnya institusi TNI melakukan tindakan pemeriksaan dan pengusutan secara terbuka dan transparansi.

Demikian disampaikan Juru Kampanye Nasional dan Bidang Penggerak Relawan Capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, Martin Manurung, kepada wartawan (Senin, 9/6).

"Sangat terasa masih setengah hati untuk terbuka dan transparan dalam pengusutannya. Seperti ada yang ditutupi," paparnya.


Menurut dia, aktivitas babinsa yang mendata preferensi pilihan warga pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014 bukanlah kesalahan individu semata, melainkan adanya dugaan kepentingan TNI dalam pesta demokrasi kali ini. Oleh karena itu, kata Martin, pemberian sanksi terhadap pelaku sebagaimana disampaikan Cawapres nomor urut 1 Hatta Rajasa soal pemberian sanksi kepada aktivitas babinsa yang dinilai karena kesalahan individu, tidak tepat.

"Dalam TNI kan ada sistem komando tegak lurus, nggak mungkin aktivitas babinsa itu dia lakukan tanpa ada perintah. Memangnya kegiatan itu gak koordinasi dengan atasannya," jelasnya.

Selanjutnya, Martin yang juga menjabat Ketua DPP Partai Nasdem menilai pernyataan Hatta Rajasa terkait merebaknya kampanye hitam yang ditujukan kepada kubunya itu terlalu berlebihan dan tidak perlu digembor-gemborkan ke media.

"Kalau gembor-gembor soal negative campaign itu bagus-bagus saja, bukan kampanye hitamnya. Kita harus tahu calon pemimpin kita luar dalam, termasuk masa lalunya. Supaya kita tidak beli kucing dalam karung," paparnya.

Untuk itu, selaku Ketua Umum DPP Garda Pemuda Nasdem, Martin menyerukan kepada seluruh pemuda di daerah untuk ikut peran aktif mengawal berlangsungnya Pilpres 9 Juli 2014 secara jujur, adil dan damai.

"Juga Pemuda bersama rakyat ikut mencegah potensi kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan oleh aparat negara dan penyelenggara, atau pihak-pihak tertentu yang tidak netral," demikian Martin.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya