Berita

Raja Sapta Oktohari/net

Politik

PILPRES 2014

Indonesia Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Jago Kemas Popularitas

SENIN, 09 JUNI 2014 | 23:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Hiruk pikuk kampanye calon presiden menghiasi berbagai layar pemberitaan. Berbagai trik yang baik maupun yang buruk dilakukan masing-masing tim pasangan capres-cawapres untuk memperoleh simpati rakyat Indonesia.

"Pemilihan presiden ini tidak boleh beli kucing dalam karung. Rakyat harus cermat menilai visi-misi mana yang sekiranya akan mampu membawa Indonesia lebih maju," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Raja Sapta Oktohari kepada wartawan (Senin, 9/6).

"Terlepas dari kemasan kampanye timses,  berbagai kampanye hitam,  serta simpang siurnya informasi, capres dan Cawapres harus mampu menjelaskan visi-misinya di depan Rakyat Indonesia. Jangan sampai visi-misi hanyalah ramuan dari para timsesnya yang bisa saja tidak mereka kuasai," lanjut Okto.


Okto berpandangan saat ini yang dibutuhkan Indonesia adalah pemimpin bangsa berjiwa kenegaraan yang mampu melihat dan menyelesaikan persoalan. Seorang pemimpin yang visioner dan memiliki terobosan-terobosan program yang mampu mendorong kondisi ekonomi, sosial, politik, maupun budaya lebih maju.

"Butuh daya dorong yang kuat untuk membawa indonesia lebih besar dan lebih kuat dari hari ini. Sebagai bagian dari 20 negara terbesar didunia mestinya kita mudah lebih jauh berkembang," ungkapnya.

Untuk mencapai semua cita-cita, lanjut Okto, Indonesia butuh pemimpin yang popularitasnya bukan karena kemasan dan bentuk-bentuk komunikasi politik saja. Namun karena visi, misi, serta gagasannya dalam membangun Indonesia di masa akan datang.

"Media harus mengedukasi pemilih agar menjadi pemilih rasional bukan pemilih emosional," pesan Okto. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya