Berita

Bambang Widjojanto/net

Hukum

Ayo, Berani Gak BW Seperti Anas?

SENIN, 09 JUNI 2014 | 03:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kubu Anas Urbaningrum sangat kesal dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) yang menuduh eksepsi atau nota keberatan Anas bersifat imajiner.

BW gerah dengan nota keberatan terdakwa Anas yang menyebut dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK diawali dengan kalimat imajiner. BW balik menuduh nota keberatan Anas yang bersifat imajiner. BW juga menyebut dan menuding Anas sering membuat pernyataan yang hampir seluruhnya tidak bisa dipercaya, misalnya mengatakan tidak menerima uang sepeser pun dan soal gantung di Monas.

"Kalau menyindir soal pernyataan gantung Anas di Monas kalau sepeser pun terima duit Hambalang, itu pernyataan keyakinan dari Anas tidak terlibat. Tapi berani gak BW ngomong yang sama terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus saksi palsu di MK dan isu-isu soal dirinya sebagai mafia hukum di MK? Berani gak BW bersumpah yang sama seperti Anas, soal dugaan dirinya tidak bertemu dengan SBY di Cikeas beberapa hari sebelum Anas ditahan? Ayo berani gak?" tantang pengacara Anas, Handika dalam keterangannya, Senin (9/6).


Jelas Handika, Anas telah membacakan nota keberatan secara resmi di Persidangan Tipikor, bahkan dengan bahasa yang santun dan sopan. Mengapa harus ditanggapi dari luar arena pengadilan secara tendensius. Handika berharap BW dapat menjaga integritasnya.

Tidak sampai disitu, BW menuding Anas dan pengacaranya telah melakukan obstruction of justice ketika menolak datang saat dipanggil KPK sebelum penahanan. Selanjutnya Handika juga memperotes keras atau tuduhan BW yang mengatakan tim penasehat Anas tidak profesional, imajiner dan lain-lain. Baginya itu adalah sikap yang arogan.

"Dia lupa sebelum diajar dan dididik Bang Adnan Buyung Nasution dia itu siapa? Silahkan beda pendapat, tapi jangan sok paling pintar sendiri," tandasnya. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya