Berita

Politik

PILPRES 2014

Minta Format Debat Diubah, Jokowi Takut Sama Prabowo!

MINGGU, 08 JUNI 2014 | 19:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Permintaan Jokowi-JK agar format debat diubah menunjukkan pasangan capres-cawapres yang diusung koalisi PDIP dan sejumlah partai itu tidak siap berdebat.

Timses pasangan Jokowi-JK dikabarkan 'ngotot' merubah format debat pertama yang akan digelar besok di Balai Sarbini, Jakarta. Mereka minta debat yang sedianya dilakukan hanya antara capres diubah menjadi debat pasangan capres-cawapres dengan alasan agar lebih menarik.

Menanggapi permintaan itu, pasangan Prabowo-Hatta 'legowo' sehingga pada akhirnya perubahan format debat dilaporkan sebagai permintaan dari kedua pasangan. Debat sendiri dijadualkan mengangkat tema 'Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum'.


"Inti dari perubahan format itu adalah Joko Widodo tidak mau berhadapan secara satu lawan satu dengan Prabowo Subianto. Ini adalah indikasi bahwa sebenarnya Jokowi sadar kualitasnya jauh di bawah Prabowo. Karena itu Jokowi akan berusaha sekuat tenaga untuk terus berlindung di bawah JK, yang lebih berpengalaman,"  Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy, Jajat Nurjaman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Minggu, 8/6).

Jajat menilai permintaan perubahan debat menandakan Jokowi tidak siap berdebat dengan Prabowo. Permintaan tersebut juga menunjukkan Jokowi penakut.

Lebih lanjut dikatakan Jajat, permintaan perubahan format debat sangat menguntungkan pasangan Jokowi-JK karena dengan begitu memberi waktu lebih bagi Jokowi untuk mempersiapkan diri.

"Debat capres-cawapres harus menjadi indikasi penilaian bagi masyarakat Indonesia untuk menentukan pilihan. Ruang debat adalah forum netral yang secara lantang menunjukan kualitas capres dan cawapres," tutur Jajat.

"Siapapun yang menunjukan performa lebih baik dalam rangkaian debat yang dilakukan oleh KPU, layak mendapat dukungan rakyat, ini lebih besar dari pencitraan atau sosialisasi," sambung Jajat.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya