Berita

denny ja/rmol

Denny JA: LSI Bantu Anas Urbaningrum untuk Dapatkan Citra

SABTU, 07 JUNI 2014 | 22:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) untuk mengukur keterpilihan Anas Urbaningrum dalam Kongres 2010 sebagai tindakan gratifikasi dinilai sebagai tuduhan yang mengada-ada dan sangat dipaksakan.

Dalam persidangan beberapa hari lalu penuntut umum dari KPK mengatakan bahwa pemilihan ketua umum Partai Demokrat itu Anas Urbaningrum menerima gratifikasi dari LSI berupa survei gratisan. Jaksa menambakan, sebagai imbalan untuk LSI, Anas berjanji akan memberikan proyek survei calon kepala daerah dari Demokrat.

Anas telah membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa pendiri LSI Denny JA membantunya secara sukarela. Juga tidak ada janji proyek survei segala.


Malam ini (Sabtu, 7/6), Denny JA kembali membuat penjelasan untuk memperkuat bantahan-bantahan atas tuduhan jaksa penuntut umum itu.

"Istilah gratifikasi itu dengan sendirinya tidak pas untuk situasi kerja LSI untuk pemenangan Anas di Kongres Demkrat," ujar Denny JA lewat akun @DennyJA_World.

Definisi gratifikasi itu, sambungnya, adalah pemberian sesuatu kepada seorang pejabat, untuk kerja atau imbalan di bidang yang relevan dengan jabatan si pejabat. Gratifikasi menjadi lebih berat lagi jika ada imbalan yang melibatkan uang negara.

Merujuk pada definisi ini, jelas pekerjaan LSI untuk Anas tak termasuk dalam gratifikasi. Benar bahwa saat LSI bekerja untuk Anas, ia sedang menjabat sebagai anggota DPR. Tapi LSI tidak membantu Anas sebagai anggota DPR.

"Kerja LSI untuk Anas sebagai calon ketua umum Demokrat, yang tak berhubungan dengan jabatannya di DPR. Calon ketua umum demokrat bisa siapa saja, yang tak harus pejabat negara," tambahnya.

LSI membantu Anas di bidang survei dan pemenangan, yang merupakan bidang kerja LSI sejak awal berdiri. Namun benar pula bahwa LSI itu bukan yayasan sosial, tapi sebuah PT yang mencari laba.

Jelas LSI tidak membantu dengan gratisan dan merugi. Pasti ada harapan laba dan citra dalam kerjanya, seperti halnya semua PT di dunia usaha.

"Kadang tak apa kita rugi secara keuangan, tapi mendapatkan citra dan reputasi. Itu bagian dari bisnis. Saya membantu Anas setidaknya untuk mendapatkan citra itu. Citra ikut memenangkan ketum partai politik terbesar saat itu," demikian Denny JA. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya