. Pencarian korban keruntuhan bangunan ruko Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Temindung Permai, Kota Samarinda dihentikan. Semua korban yang tertimbun sudah ditemukan.
"Korban terakhir ditemukan sore ini pukul 18.30 Wita," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan singkatnya sesaat tadi (Jumat, 6/6).
Dengan demikian, terang Sutopo, dari 84 pekerja, 72 diantaranya selamat dan 12 orang tewas akibat kejadian tersebut. Dari korban selamat tiga diantaranya masih menjalani perawatan di RSUD AW Syachranie Kota Samarinda.
Bangunan ruko di Jalan A. Yani Samarinda, Kalimantan Timur ini ambruk pada Selasa pagi pukul 06.30. Ruko dibangun tiga lantai, tapi pengerjaan belum rampung bangunan ambruk. Bangunan menimpa mes pekerja yang ada di sisi kirinya.
Sutopo menjelaskan 12 korban meninggal telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Timur. Data korban yang telah diidentifikasi adalah: Kasiran (50) asal Trenggalek, Abdul Makrub (26) asal Trenggalek, Kadori (35) asal Trenggalek, Sugianto (35) asal Trenggalek, Peron Pamudi (40) asal Trenggalek, Surani (25) asal Ponorogo.
Kemudian Toyo (45) asal Ponorogo, Jarwo (45) asal Ponorogo, Rudi Surianto (32) asal Ponorogo, Toni (35) asal Ponorogo, Jono (60) asal Ponorogo, Jarno (35) asal Ponorogo.
[dem]