Berita

Politik

PILPRES 2014

Kasus Transjakarta Bukti Jokowi Tak Bisa Urus Negara

JUMAT, 06 JUNI 2014 | 15:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kemampuan Jokowi mengurus APBN jika terpilih sebagai Presiden diragukan. Keraguan antara lain disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center For Indonesian Democracy ( NCID ), Jajat Nurjaman.

"Mengurus APBD Jakarta untuk proyek Bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun saja sudah gagal, apalagi mengurusi dana APBN yang jumlahnya berkali-kali lipat dari APBD Jakarta," kata Jajat kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 6/6).

Jajat mengatakan Jokowi tak bisa lari dari tanggungjawab atas proyek bus Transjakarta yang berujung korupsi karena koordinasi mengenai segala bentuk kebijakan ada di tangan dirinya selaku Gubernur DKI. Bagi Jajat, alibi Jokowi yang mengatakan sebagai gubernur tidak mungkin dirinya mengawasi proyek pengadaan bus karena ada banyak proyek lain dan juga ada inspektorat sangatlah aneh.


"Jokowi tidak boleh melemparkan tanggung jawab karena sudah ada dua tersangka, tapi ini masalah tanggung jawab moral atas kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang mengakibatkan APBD Jakarta bocor 1,5 triliun," demikian Jajat.

Lebih lanjut Jajat menilai, kasus korupsi proyek bus Transjakarta menunjukkan integritas dan kinerja Jokowi memimpin NKRI belum teruji. Belum lagi, kinerja capres yang diusung koalisi PDIP,  PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI itu dalam memimpin Jakarta jauh dari harapan. Masalah kemacetan, banjir dan berbagai masalah ibukota lainnya gagal diatasi.

"Sangat kuat mengesankan Jokowi tidak punya rasa bersalah. Mestinya publik menilai obyektif dan rasional kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta walaupun berstatus non aktif, bukan karena Jokowi sekarang fokus blusukan sebagai capres," pungkas Jajat.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya