Berita

putut prabantoro/net

Putut Prabantoro: Tidak akan Ada Chaos di Pilpres 2014

JUMAT, 06 JUNI 2014 | 00:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekalipun saat ini terjadi aksi saling serang antar pendukung kedua pasangan capres yang sedang bertarung, baik yang bersifat black campaign ataupun negative campaign, namun pelaksaan Pilpres 2014 diyakini akan aman dan damai.

Bagaimanapun juga rakyat Indonesia sudah terbiasa dengan kompetisi politik, dan lebih mencintai keutuhan dan kedamaian NKRI. Selain itu, kedua pasang kandidat yang bertarung, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki rasa cinta pada bangsa dan negara yang cukup tinggi dan memiliki jiwa ksatria untuk memenangkan pilpres dengan cara-cara terhormat.

Demikian dikatakan konsultan komunikasi politik AM Putut Prabantoro menjawab pertanyaan apakah ketegangan pada masa kampanye pilpres ini dapat berujung pada situasi konflik atau chaos menyusul peristiwa kekerasan yang diduga berlatar belakang agama di Jogjakarta pekan lalu.


"Sekalipun oleh banyak orang yang katanya memiliki indera keenam situasi saling serang itu akan mendorong terjadinya konflik horizontal antara pendukung kedua capres-cawapres,  saya yakin tidak akan terbukti (kekacauan dan konflik)," ujar Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) dari wartawan, oleh wartawan dan untuk Indonesia.

Menurutnya, konflik horizontal antar pendukung pasangan capres-cawapres hanya akan terjadi jika bangsa Indonesia memiliki mindset ke arah itu dan menghendaki Indonesia hancur. Kekacauan sangat bisa terjadi ketika rakyat, KPU, Bawaslu, TNI dan Polri juga memiliki mindset bahwa akan terjadi kekacauan dan konflik horizontal dalam pilpres nanti.

"Kita semua tidak menghendaki bangsa dan negara ini terpecah-pecah, tercabik-cabik dan porak poranda karena Pilpres 2014. Yang menjadi pertanyaan, pihak mana yang menginginkan negara dan bangsa ini hancur? Kalau ada, pihak mana? Internal atau eksternal?" tanya dia lagi. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya