Berita

Sudah Seharusnya Pemerintah Bangun Kedaulatan Energi

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 16:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah harus mendengar dan menjalankan aspirasi para pekerja Pertamina yang menyuarakan penghentian penjualan anak usaha pertamina dan membangun kedaulatan energi nasional.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menanggapi aspriasi yang disuarakan sekitar 2.500 pekerja Pertamina melalui aksi damai yang digelar hari ini. Menurut dia, tuntutan tersebut murni sebagai suara rakyat.

"Pertamina memang jangan hanya dibebankan menangani misi dan kepentingan Pemerintah, tetapi mengabaikan kepentingannya sebagai sebuah korporasi," kata Sofyano dalam pesan elektroniknya kepada redaksi (Kamis, 5/6).


Menurut dia Pemerintah juga harus bersikap adil terhadap keberadaan Pertamina. Sofyano memberi contoh, jaminan stok BBM nasional yang menyangkut hajat hidup bangsa pada dasarnya merupakan kewajiban dan kepentingan pemerintah, tetapi selama ini Pemerintah membebankan itu kepada Pertamina.

Disisi lain, kata dia, misalnya terhadap Blok Mahakam yang diperjuangkan Pekerja Pertamina selama ini, ternyata pemerintah terkesan tidak memberi perhatian ke Pertamina.

Menurut Sofyano, tuntutan para pekerja Pertamina harus juga menjadi perhatian Presiden terpilih nantinya.

"Apakah Presiden terpilih nanti akan memberi porsi dan mempriotaskan penanganan energi negeri ini kepada Pertamina, ini akan jadi perhatian publik," katanya.

Seperti diketahui, sekitar 2.500 pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu melakukan aksi damai untuk menyuarakan aspirasi penjualan anak usaha pertamina dan bangun kedaulatan energi nasional, hari ini.

Presiden FSPPB Ugan Gandar mengatakan, aksi dimaksudkan untuk menggugah pengambil keputusan di negeri ini yang sangat tidak menunjukkan keberpihakan kepada BUMN khususnya Pertamina. Dia menyebutkan terdapat empat aspirasi dalam aksinya kali ini.

Pertama, agar pemerintah segera menyetop penguasaan minyak dan gas bumi oleh asing dan menjadikan Pertamina sebagai pemeran utama migas di Indonesia berdasarkan LOI RI-IMF 20 Januari 2000. Kedua, katanya, pemerintah harus menghentikan rencana divestasi anak perusahaan Pertamina.

Ketiga, lanjut Ugan, hentikan proses Kerjasama Operasi (KSO) lapangan backbone Pertamina EP. Dan terakhir, hentikan wacana perpanjangan Kontrak Blok Mahakam ke asing dan segera putuskan penyerahan pengelolaannya ke Pertamina pasca kontrak 2017.

"Dengan aksi ini kami menegaskan kepada pemerintah dan juga masyarakat Indonesia, agar mereka tahu Pertamina perannya bagi negara ini sungguh luar biasa sehingga jangan sampai ada niatan-niatan untuk mengkerdilkan Pertamina melalui berbagai macam kebijakan sembrono dan tidak berpihak kepada bangsa sendiri," tegas Ugan.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya