Berita

dahlan iskan-jokowi

Dahlan Dukung Jokowi, Pendukung Diyakini akan Ikut

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 03:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setelah dipastikan tidak maju di Pilpres 2014 ini, Dahlan Iskan memutuskan mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Bahkan, saat deklarasi dukungan tersebut di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat (Sabtu, 31/5), hadir ribuan pendukung Menteri BUMN yang menamakan diri Relawan Demi Indonesia (ReDI).

Ketua Kooridinator ReDI Ama Alghozali menjelaskan, meski pendukung Dahlan Iskan jutaan dan tersebar di seluruh Indonesia, namun tidak sulit mengarahkan pendukung Dahkan ke pasangan capres-cawapres.


Setidaknya ada tiga alasan kenapa mudah mengalihkan jutaan pendukung Dahlan Iskan ke Jokowi-JK. Pertama, para pendukung Dahlan Iskan sangat loyal ke Dahlan ketika masa konvensi, yang terbukti akhirnya mantan Dirut PLN ini keluar sebagai pemenang.

Kedua, karakter dan sosok Jokowi dengan Dahlan Iskan hampir sama. Dengan penjelasan bahwa Dahlan dan Jokowi-JK merupakan sosok dengan tipikal yang sama dan sama-sama sudah menghasilkan karya untuk pembangunan, pendukung Dahlan yang masih golput diyakini akan menerima keputusan politik Dahlan tersebut.

Tak hanya itu, alasan ketiga Dahlan Iskan dan Jokowi-JK suka punya kesamaan lainnya. "Kesamaannya adalah lebih banyak mendengarkan keluhan masyarakat," demikian Amal kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 4/6).

Hal ini berbeda dengan Prabowo Subianto. Bila Dahlan dan Jokowi sudah berkarya nyata, sementara Capres yang giusung koalisi Merah Putih itu belum memperlihatkan karya nyata apa pun diberhentikan dari jabatan militer 16 tahun lalu.

"Hampir 16 tahun Prabowo tidak memegang jabatan publik apa pun. Mereka menilai Prabowo tidak menghasilkan karya. Bahkan di HKTI pun menurut para petani ini, tidak ada kontribusi nyata, hanya pidato politik," demikian Amal. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya