Berita

Politik

PILPRES 2014

Kontras Tuding KPU Bermain Aman

RABU, 04 JUNI 2014 | 23:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Koordinator Komisi untuk Orang Hilangdan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin bermain aman dengan agenda debat capres tanpa mengangkat isu hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Menurutnya ada dua lembaga negara yang saat ini tidak bekerja dengan baik, yakni KPU dan Komnas HAM.

Dijelaskan dia, para pegiat HAM mengecam kebijakan KPU itu, dan Kontras akan mengklarifikasi langsung ke KPU.

"Kedua calon ini kan sudah ada visi-misi. Artinya, dari situ bisa dilihat poin-poin mana saja yang penting," kata Haris dalam diskusi media bertajuk Quo Vadis Hukum dan HAM di Indonesia; Dilema Penegakan Hukum dan Politik di Jokowi-JK Center, Jalan Halimun, Jakarta Selatan (Rabu, 4/6).

"Kedua calon ini kan sudah ada visi-misi. Artinya, dari situ bisa dilihat poin-poin mana saja yang penting," kata Haris dalam diskusi media bertajuk Quo Vadis Hukum dan HAM di Indonesia; Dilema Penegakan Hukum dan Politik di Jokowi-JK Center, Jalan Halimun, Jakarta Selatan (Rabu, 4/6).

"Ide di balik lahirnya KPK, dan kuatnya Komnas HAM atau lembaga lain adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang luar biasa. Kalau dua lembaga itu masih ada, harusnya KPU cerdas menangkap ternyata masih ada permasalahan yang terjadi," cetusnya.

Kontras punya catatan, soal kapasitas kedua capres tidak ada yang ideal. Menurut dia, bisa jadi kabinet yang akan dibentuk oleh masing-masing kubu jika menang akan dilihat dari orang-orang di sekelilingnya hari ini. Timses masing-masing punya catatan-catatan soal HAM. Dalam konteks HAM dengan sejumlah pengalaman itu selalu dilema. Kalau mau bilang Jokowi secara personal memang lebih baik, tapi secara kapasitas orang-orang sekitarnya tidak lepas dari sejumlah purnawirawan yang sedang bertarung dan punya catatan buruk di masa lalu.

"Seolah-olah ketika Kontras mengkritisi Prabowo, bukan berarti mendukung Jokowi. Kita tidak peduli siapapun yang menang. Problem HAM negeri ini bukan hanya Prabowo. Kita tidak pernah melihat sejumlah jenderal di PDIP muncul, kok tiba-tiba muncul lagi?" herannya.

"Yang jelas, siapa saja yang menang, kita menuntut persoalan HAM harus tuntas dan diadili siapa saja yang bertanggung jawab," sambung dia.

Di tempat yang sama caleg PDIP terpilih, Adian Napitupulujuga mengkritisi ulah timses Prabowo yang ingin menyeret Jokowi dalam kasus Transjakarta karatan. Menurutnya, Kejagung sudah menyatakan Jokowi tidak terlibat dan kasusnya tak pantas disandingkan dengan yang melibatkan Prabowo.

"Masa kasus pelanggaran HAM mau dilawan dengan kasus bus karatan. Emang bus karatan lebih jahat dari penculikan aktivis?" kesalnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya