Secara umum kelompok pemilih wanita berusia sekitar 40 tahun memiliki pengaruh besar dalam pemilihan umum. Partai atau kandidat yang bisa menguasai hati mereka, dapat dikatakan akan memetik kemenangan mudah.
Demikian juga dengan kesedihan publik Korea Selatan, khususnya kaum wanita pada usia sekitar 40 tahun, atas kecelakaan yang menimpa feri Sewol pertengahan April lalu tampaknya akan mempengaruhi hasil pemilu lokal yang digelar hari ini (Rabu, 4/6).
Keinginan kelompok pemilih yang disebut Angry Moms itu untuk ikut memberikan suara diperkirakan akan lebih tinggi menyusul tragedi yang menewaskan 290 penumpang itu. Feri Sewol karam dalam perjalanan dari Incheon menuju Pulau Jeju. Hingga kini 16 penumpang belum ditemukan.
Demikian antara lain hasil poling yang digelar harian
Hankook Ilbo. Harian yang satu kelompok penerbitan dengan
Korea Times ini menggelar survei di kalangan warga Seoul, Incheon dan Provinsi Gyeonggi Province, antara tanggal 13 dan 14 Mei, serta 26 dan 27 Mei.
Hasil umum dari survei itu memperlihatkan bahwa secara umum keinginan pemilih memberikan suara meningkat setelah kecelakaan feri Sewol.
Seoul, Incheon dan Gyeonggi merupakan kawasan yang paling diperebutkan dua partai utama yang bertarung dalam pemilu lokal ini, Partai Saenuri dan Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi.
Di Seoul, kelompok
Angry Moms mengalami peningkatan keinginan memilih sebesar 14,1 persen. Sementara kelompok pemilih wanita berusia 20an tahun mengalami peningkatan sebesar 15,4 persen.
Figur ini lebih nyata di Gyeonggi, mengingat kebanyakan korban feri Sewol berasal dari provinsi ini.
Kelompok pemilih wanita pada usia 40an tahun biasanya menjadi penentu dalam pemilihan umum. Ini juga yang terjadi ketika Presiden Park Geun-hye memenangkan pemilu pada tahun 2012. Dalam pemilu tahun itu Park memperoleh 8 hingga 10 persen dari wanita kelompok usia 40an tahun dibandingkan saingannya Partai Demokratik Bersatu, Moon Jae-in.
Kali ini, kelompok
Angry Moms berbalik arah. Kekecewaan mereka pada penanganan kasus kecelakaan Sewol membuat mereka cenderung untuk tidak memilih kandidat Saenuri.
[mel]