Berita

Politik

PILPRES 2014

Gus Sholah Bantah Dukung Jokowi-JK

SELASA, 03 JUNI 2014 | 17:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Shalahuddin Wahid, membantah telah memberikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang.

"Ah gak bener itu, siapa bilang?" tegas Kiai yang akrab disapa Gus Sholah saat dikonfirmasi (Selasa, 3/6).

Dia menegaskan pihaknya tidak mungkin mendukung capres yang tidak diketahui apa yang akan dilakukannya untuk pesantren kedepan.


Ia menegaskan, pihaknya tidak mempengaruhi para santri, alumni dan masyarakat sekitar pesantren yang dipimpinnya untuk mendukung atau memilih salah satu pasangan Capres-Cawapres.

"Sampai saat ini saya tidak ingin mempengaruhi siapapun dilingkungan pesantren ini untuk mendukung salah satu calon. Mereka bebas pilih siapa saja," tukas adik mendiang KH Abdurrahman Wahid itu.

Namun demikian, Gus Sholah masih memberi sinyal peluang untuk mendukung salah satu pasangan Capres-Cawapres dikemudian hari. Pasalnya, dirinya bersama para Kiai Pesantren se Indonesia berencana menggelar pertemuan dengan kedua pasangan yakni Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kami ada Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MPPPI) akan mengundang kedua pasangan Capres-Cawapres untuk memaparkan visi-misinya, kita ingin mendengarkan bagian mana visi-misi keduanya yang bertujuan untuk memajukan dan mendayagunakan Pesantren selama kepemimpinan mereka kedepan," urai Ketua Dewan Pembina MPPPI itu.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Wilayah Pemenangan Jokowi-JK Jawa Timur dari Partai Nasdem, Effendi Choiri, mengklaim telah mendapat dukungan ratusan ulama NU serta pemilik pesantren besar di seluruh wilayah Jawa Timur. Pesantren itu antara lain, Tebuireng Jombang, Blok Agung Banyuwangi, tambak Beras Jombang, Alhikam,
Nurul Jadid Probolinggo, dan Zainul Hasan Genggong Probolinggo.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya