Berita

net

Dunia

Obama Ungkap Rencana Aturan perubahan Iklim Baru

SENIN, 02 JUNI 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengungkap rencana aturan baru terkait kebijakan energi demi mengatasi masalah perubahan iklim.

Dalam usulan aturan baru tersebut, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara diharuskan mengurangi secara signifikan emisi yang memberikan kontribusi besa bagi pemanasan global.

Aturan tersebut berupaya mengurangi polusi karbon sebanyak 30 persen dari hampir 1.600 pembangkit listrik di Amerika Serikat pada tahun 2030 mendatang.


"Saya berniat untuk memastikan Amerika berada di depan dalam kerangka kerja global untuk melestarikan planet kita," kata Obama dalam sebuah pidato seperti dikutip BBC (Senin, 2/6).

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang kuat sehingga harus memberikan contoh bagi negara lainnya.

Rincian mengenai rencana aturan tersebut belum resmi dilansir. Namun para pejabat pemerintah menggambarkan aturan tersebut sebagai langkah Obama untuk memenuhi janjinya ketika tahun pertama menjabat presiden yakni untuk melakukan pemotongan signifikan pada emisi karbon Amerika Serikat pada tahun 2020 mendatang.

Sebelumnya, pemerintah Obama kerap mengusulkan aturan terkait upaya mengatasi pemanasan global. Namun rencana tersebut selalu mendapat pertentangan dari kubu senat Partai Repulik.

Pada tahun 2010, upaya Demokrat untuk meloloskan sebuah RUU yang membatasi emisi karbon dioksida diblokir oleh senat Partai Republik.

Sedangkan untuk rencana aturan baru Obama saat ini akan bergantung pada putusan Mahkamah Agung tahun 2007 yang membuat Badan Perlindungan Lingkungan sebagai cabang eksekutif dari pemerintahan Amerika Seriat di bawah kendali Obama yang mampu mengatur karbon dioksida di bawah Aksi Udara Bersih atau Clean Air Act. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya