Berita

net

Politik

Ini Nasihat SBY untuk Pimpinan Tentara yang Ngebet Main Politik

Edi, Wiranto Prabowo dan SBY Patut Dicontoh
SENIN, 02 JUNI 2014 | 13:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Para jenderal, laksamana atau marsekal tidak dilarang menjadi pemimpin politik atau mengisi jabatan-jabatan politik. Tapi, ada aturan dan etika yang harus dipatuhi.

"Era Dwi Fungsi TNI-Polri sudah berakhir, era kekaryaan sudah selesai. Karena itu, kalau itu terjadi (berebut jabatan politik), maka perwira di bawah dan prajurit akan bingung," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat mengumpulkan para perwira tinggi jajaran TNI dan Polri di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (2/6).

Kalau di antara perwira TNI-Polri ada yang ingin menjadi pemimpin politik atau ingin berkarier di jabatan politik, SBY meminta mereka segera mengundurkan diri. Itulah etika yang harus ditaati.


"Ajukan pengunduran diri sekarang juga, hampir pasti akan dikabulkan. Saya akan lepas baik-baik, dan saya akan doakan semoga sukses," kata SBY.

Justru dengan tidak berada di lembaga TNI-Polri, lanjut SBY, ruang gerak para petinggi TNI-Polri akan lebih terbuka.

"Rakyat akan menilai cara itu fair karena tidak dianggap mengandalkan senjata di belakangnya untuk meraih kepercayaan politik dari rakyat," tambahnya.

Presiden SBY mengajak para pimpinan TNI-Polri yang ingin berkarier di jabatan politik untuk mengikuti apa yang dilakukan para mantan pimpinan TNI-Polri yang kini memimpin partai politik. Misalnya, Jenderal (Purn) Edi Sudrajat, Jenderal (Purn) Wiranto, Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, atau dirinya sendiri. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya