Berita

presiden sby/net

Pertahanan

SBY Tahu Ada Penghasut yang Menyebutnya "Kapal Karam"

SENIN, 02 JUNI 2014 | 12:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden SBY mengaku telah memperoleh informasi, yang sudah dikonfirmasikan, bahwa ada pihak yang menarik-narik sejumlah perwira tinggi TNI-Polri untuk mendukung calon tertentu.

SBY juga mengaku tahu ada pihak yang menghasut perwira tinggi agar tidak mendengar lagi perintahnya sebagai Presiden yang sebentar lagi menjadi "kapal karam".

Hal itu dikatakan Presiden saat mengumpulkan para perwira tinggi di jajaran TNI dan Polri. Ada sekitar 282 perwira tinggi, jenderal bintang dua ke atas, di jajaran TNI-Polri yang dikumpulkannya di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.


Menurutnya, ajakan-ajakan seperti itu sama saja mengajari para prajurit/tamtama/dan perwira TNI-Polri untuk meninggalkan sumpah prajurit, yaitu Sapta Marga.

"Itu betul-betul insubordinasi. Karena itu hati-hati, jangan tergoda. Saya khawatir niat dan tujuannya tidak baik bagi perwira, bagi TNI-Polri, bagi lembaga, dan bagi negara," tegas Presiden.

Presiden ingatkan, para komandan utama di lingkungan TNI adalah perwira terbaik. Karena itu, almamater tempat mereka berasal pasti tidak rela jika mereka mau ditarik-tarik ke politik.  Ia pun sebagai pemimpin tertinggi TNI-Polri tidak rela. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya