Berita

Persatuan Golf Indonesia

Olahraga

Munas PGI di Bali Dianggap Melenceng dari Aturan

KONI Pusat Dituntut Ambil Alih
SENIN, 02 JUNI 2014 | 09:46 WIB | LAPORAN:

Daerah mulai angkat suara menanggapi kisruh hasil Musyawarah Nasional Persatuan Golf Indonesia (Munas PGI) yang berlangsung di Bali, 21 �" 22 Mei lalu.

Beberapa Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI menilai Munas itu tidak sah karena melenceng dari tata tertib dan jiwa sportivitas sehingga harus diulang kembali untuk mendapatkan hasil dan keputusan yang bulat.

"Susah menyatakan Munas itu tidak sah karena ada juga yang menyatakan sah. Bisa dibilang setengah sah dan setengah tidak sah. Ini karena tidak semua peserta yang diundang hadir diakomodir sehingga tidak bulat. Pelaksanaannya pun tidak kondusif," ujar Ketua Umum Pengprov PGI Kalimantan Barat, Rusliansyah.


Hal senada dikemukakan Sekretaris Umum Pengprov PGI Kalimantan Selatan, Muhammd Subakhi. Bahkan dia menegaskan, inilah Munas PGI paling amburadul karena melenceng dari tata tertib dan aturan. Dia melihat pelaksanaan Munas hanya untuk menjatuhkan seseorang dan bukan untuk memajukan golf Indonesia.

"Saya kecewa atas pelaksanaan Munas yang melenceng dari aturan. Waktu itu dinyatakan surat keputusan KONI soal perpanjangan masa kepengurusan lama tidak sah. Kalau begitu Munas kan dilaksanakan oleh pengurus lama kan tidak sah juga. Lalu kenapa dilanjutkan dengan syarat? Inilah Munas paling kacau,” kata Subakhi.

Seperti diketahui, Munas di Bali berhasil memilih Murdaya Poo sebagai Ketua Umum PB PGI 2014 �" 2018 menggantkan Arifin Panigoro. Namun usai Munas banyak yang menggugat karena dalam Munas itu disinyalir ada permainan politik uang. Masalah ini bahkan sudah dilaporkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar diambil tindakan.

"Soal money politics itu saya tidak mau menuduh karena kami tidak aktif dan keluar saat Munas. Ini karena ada anggota yang diundang tidak diakui," ucap Rusliansyah.

Menurut dia, KONI Pusat KONI Pusat harus turun tangan dengan membentuk caretaker pelaksana Munaslub. Cartekaer itu bisa diisi oleh pengurus KONI dan Pengprov.

"KONI harus ambil alih karena kami menganggap Munas di Bali tidak ada karena hanya untuk kepentingan kelompok tertentu," tegas Rusliansyah.

Sedangkan Subhaki menyatakan akan melihat perkembangan berikutnya. Kalau memang harus Munaslub maka pihaknya akan mendukung. Hanya saja semua stakeholder golf berkumpul untuk menentukan siapa yang berhak melaksanakan Munaslub itu.

"KONI juga melakukan kekeliruan dengan memberikan surat langsung kepada klub soal pembatalan SK perpanjangan masa kepengurusan lalu. Mengapa KONI bisa langsung ke klub sedangkan PB dan Pengprov tidak tahu. Benar-benar tidak wajar sehingga Munas di Bali itu penuh tanda tanya,"  terangnya.[wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya