Berita

andi arief/net

PILPRES 2014

Andi Arief: Foto Capres-Cawapres Jangan Dibikin Parodi

SENIN, 02 JUNI 2014 | 07:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di era gerakan 1990-an sampai Soeharto terpaksa meninggalkan Istana dan Orde Baru bubar, ada semacam kesepakatan tidak tertulis di kalangan aktivis prodemokrasi. Kesepakatan itu adalah tidak menyerang dan menghina secara fisik pihak yang dianggap sebagai lawan politik.

Kesepakatan tidak tertulis itu, sebut mantan ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) Andi Arief, dipegang teguh.

Dia mengimbau agar dalam pemilihan presiden kali ini pun para pihak yang berbeda kubu memperhatikan hal ini.


"Secara pribadi saya mengimbau, setelah penetapan pasangan capres dan cawapres kemarin oleh KPU, agar gambar atau foto kedua pasangan, Pak Jokowi dan Pak JK serta Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa tidak dijadikan parodi, diolok-olok bahkan sampai tidak wajar atau hilang sisi humanisnya," kata Andi Arief dalam pesan yang dia kirim Senin dini hari (2/6).

"Tentu saya bukan polisi moral yang bisa menghentikan perlakuan tidak pantas pada foto kedua kontestan," sambungnya.

Namun Andi Arief mengingatkan, apapun hasil pilpres nanti, salah satu pasangan dalam pilpres ini akan menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

"Saya yakin popularitas dan elektabilitas tidak terjadi karena memparodikan foto atau mengolok-olok," masih katanya.

Namun di sisi lain, Andi Arief menyadari dirinya tidak bisa melakukan hal yang lebih jauh dari sekadar imbauan.

"Toh memang hanya imbauan satu-satunya cara mengingatkan kebebasan di media sosial," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya