Berita

Yoo Byung-eun

TRAGEDI SEWOL

Pemilik Feri Sewol Masih Buron

MINGGU, 01 JUNI 2014 | 08:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Institusi penegak hukum negeri ginseng telah mengerahkan ratusan penyelidik dalam beberapa minggu terakhir ini. Tugas mereka hanya satu: menangkap sang pemilik feri Sewol, Yoo Byung-eun, beserta anak tertuanya Yoo Dae-gyun.

Tidak cukup sampai disitu. Pemerintah Korea Selatan juga menawarkan uang sebesar 500 juta won atau setara dengan 488 dolar AS untuk siapapun yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan Yoo Senior. Selain itu, 100 juta won juga disiapkan untuk informasi mengenai Yoo Junior.

Yoo diduga terlibat dalam perkara penggelapan uang dan tidak membayar pajak yang sesuai serta sejumlah kejahatan lain yang berujung pada tenggelamnya feri Sewol dalam perjalanan dari Incheon ke Pulau Jeju pertengahan bulan April lalu.


Namun demikian, seperti dikutip dari Koreatimes, perburuan yang melibatkan begitu banyak penyelidik dan masyarakat luas itu belum membuahkan hasil. Aparat penegak hukum yang sebelumnya menduga akan mudah menangkap Yoo akhirnya menghadapi kenyataan pahit. Para pengkuti Yoo menolak untuk bicara.

Yoo yang adalah mantan ketua Semo Group chairman menghilang sejak 25 Mei. Ketika itu tim kejaksaan mendatangi rumahnya di kawasan yang terpencil di Suncheon, Provinsi Jeolla Selatan.

Kejaksaan memperkirakan Yoo masih berada di sekitar daerah Suncheon.

Sepanjang pekan ini, Kejaksaan telah menahan delapan orang yang diduga ikut berperan dalam kecelakaan itu, termasuk ketua Hemato Centric Foundation Lee Jae-oak yang diduga membantu Yoo melarikan diri dari kewajiban hukum.

Tujuh orang lainnya adalah anggota Sekte Salvation yang dipimpin Yoo.

Kejaksaan yakin dapat menahan Yoo akhir pekan ini. Diduga seorang lelaki berusia 56 tahun yang memiliki nama keluarga Yang membantu Yoo menghindar dari kejaran Kejaksaan. Dia diperkirakan mengendarai sedan EF Sonata berwarna perak. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya