Berita

net

Dunia

Pertumbuhan Ekonomi Melemah, Narendra Modi Bawa Optimisme Baru

SABTU, 31 MEI 2014 | 12:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertumbuhan ekonomi India dalam kuartal pertama, yakni periode Januari hingga Maret 2014 melemah dan hanya tumbuh sebesar 4.6 persen.

Melemahnya pertumbuhan ekonomi India disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain adalah sektor manufaktur yang mengalami konstraksi sehingga hanya tumbuh sebesar 1.4 persen. Selain itu, sektor pertambangan juga menyusut sebesar 0.4 persen.

Hanya sektor pertanian yang meningkat di angka 6.3 persen.


"Melemahnya pertumbuhan kuartal sebagian besar disebabkan oleh kelemahan dalam investasi, tertahan oleh lonjakan suku bunga tahun lalu, pertumbuhan kredit yang lambat, dan sentimen membuat lebih pesimis oleh volatilitas rupee," kata seorang pakar keuangan dari PNC Financial Services Group, Bill Adams.

Seperti dilansir BBC (Jumat, 30/5), perekonomian terbesar ke tiga di Asia itu telah terbebani dalam beberapa tahun terakhir oleh tingginya inflasi, melemahnya mata uang, serta jatuhnya investasi asing.

Dua tahun lalu, pertumbuhan ekonomi India tumbuh besar 8 persen. Dengan pertumbuhan tingkat ini maka India perlu menyediakan pekerjaan yang cukup bagi penduduk India yang juga tumbuh. Ekonom memperkirakan bahwa setidaknya India membutuhkan 10 juta pekerjaan baru setiap tahunnya.

Namun pemerintah India sebelumnya gagal memenuhi target tersebut.

Berdasarkan data, antara tahun 2004-2005 dan 2011-2012 hanya terdapat 53 juta pekerjaan baru diciptakan.

Namun banyak ekonom yang optimis dan berharap perkonomian serta lapangan pekerjaan baru India dapat meningkat di bawah pemerintahan baru, Narendra Modi. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya