Berita

ratna sarumpaet/net

Ratna Sarumpaet: Belajarlah dari Munir, Jangan Tuduh Pelanggar HAM Tanpa Bukti

SABTU, 31 MEI 2014 | 07:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Meski telah memutuskan akan golput dalam pemilihan presiden mendatang namun Ratna Sarumpaet merasa ikut bertanggung jawab akan kotor dan buruknya black campaigne yang berseliweran dalam pertarungan menjelang pilpres.

"Sebagai pelaku sejarah, saya salah apabila tidak bersuara meluruskan tuduhan pelanggaran HAM yang dialamatkan pada Prabowo Subianto," ujar Ratna Sarumpaet, Jumat malam (30/5) dalam perbincangan dengan redaksi.

"Sebagai aktivis HAM saya menolak seorang pelanggar HAM memimpin bangsa ini," kata Ratna lagi.


Namun, sambungnya, kita tidak bisa menuduh seseorang maling, pembunuh atau pelanggar HAM kecuali kita mampu membuktikannya.

Sementara, berkaitan dengan tuduhan atas pelangagran HAM yang dilakukan Prabowo, tidak bisa kita buktikan karena tidak  pernah dibawa ke Pengadilan HAM atau Pengadilan Militer.

Untuk itu, masih menurut Ratna Sarumpaet, dia mengajak semua pihak untuk mendukung langkah aktivis HAM Hendardi yang sedang mendesak Dewan Kehormatan Perwira yang memecat Prabowo untuk membuka surat pemecatan itu pada rakyat sehingga rakyat mengetahui alasan pemecatan dimaksud dan alasan DKP tidak mengirim Prabowo ke Pengadilan Militer.

Selain itu, dia juga mengajak semua pihak belajar dari almarhum aktivis HAM Munir dalam melihat persoalan kerusuhan Mei dan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Prabowo.

Ratna Sarumpaet yang juga dikenal sebagai Ketua Mejelis Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI) dan anggota Badan Persiapan Sidang Istimewa 2014 menyarankan agar menonton rekaman video talkshow dimana Munir bersama Fadli Zon menjadi pembicaranya. Di dalam rekaman video itu Munir mendukung langkah Prabowo menggugat surat pemecatan dirinya dari dinas militer ke PTUN.

"Munir meninggal atau dibunuh dalam penerbangan pesawat Garuda dalam perjalanan menuju negeri Belanda, pada 7 September 2004. Dari kegelisahan yang tersirat atau tersurat dalam ucapan almarhum di video ini, saya melihat kesejatian seorang pejuang HAM," demikian Ratna. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya