Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

Tingkat Cahaya Ketika Tidur Pengaruhi Resiko Obesitas

JUMAT, 30 MEI 2014 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tidur di kamar yang terlalu banyak cahaya ternyata berkorelasi langsung dengan resiko peningkatan berat badan.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Institute of Cancer Research yang berbasis di London.

Dalam penelitian ditemukan bahwa wanita memiliki lingkat pinggang yang lebih besar bila kamar tidurnya penuh dengan cahaya pada malam hari.


Penelitian tersebut dilakukan kepada 113 ribu wanita dengan menanyakan tingkat cahaya yang mereka gunakan di kamar ketika tidur.

Tingkat cahaya tersebut diukur berdasarkan sejumlah kategori yakni: cahaya yang cukup untuk membaca, cahaya yang cukup untuk melihat sekeliling kamar tapi tidak dapat membaca, cahaya yang cukup untuk melihat tangan di depan namun tidak untuk melihat sekeliling kamar, terlalu gelap untuk melihat tangan sendiri, atau mengenakan penutup mata ketika tidur (gelap total).

Jawaban para wanita tersebut kemudian dibandingkan dengan sejumlah ukuran obesitas seperti indeks massa tubuh, rasio pinggul, dan ukuran pinggang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur dengan cahaya yang lebih sedikit memiliki tingkat obesitas yang lebih ringan.

"Dalam kelompok besar ini ada hubungan antara paparan cahaya pada malam hari dengan kelebihan berat badan dan obesits," kata salah seorang peneliti, Anthony Swerdlow seperti dilansir BBC (Jumat, 30/5).

Namun ia menjelaskan bahwa timnya hanya menemukan bahwa kamar dengan cahaya lebih terang berkaitan dengan obesitas dan belum menemukan cukup bukti bahwa kamar yang gelap dapat mengurangi berat badan.

"Mungkin ada penjelasan lain untuk hubungan itu, tetapi temuan cukup menarik untuk menjamin penyelidikan ilmiah lebih lanjut," ujarnya.

Penelitian yang dipublikasan dalam American Journal of Epidemiology itu menjelaskan adanya kemungkinan bahwa cahaya dapat mengganggu jam tubuh manusia.

Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa cahaya dapat mengganggu jam tubuh dengan cara menunda produksi hormon tidur melatonin.

Cahaya dapat mengubah suasana hati, kekuatan fisik, dan bahkan cara kita mengolah makanan dalam siklus 24 jam. [mel]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya