Berita

Teuku Faizasyah

Wawancara

WAWANCARA

Teuku Faizasyah: Kudeta Militer Di Thailand Dapat Rugikan Negara ASEAN

JUMAT, 30 MEI 2014 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden SBY prihatin atas kudeta militer di Thailand. Sebab, penyelesaian konflik politik yang menggunakan kekuatan militer dapat merugikan kerja sama antar negara ASEAN.

Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia sangat prihatin dengan kudeta militer di Negeri Gajah Putih itu. Sebab, cara itu inkonstitusional.

Makanya, Presiden SBY telah mengambil sikap tegas atas tindakan tersebut dengan menyatakan kudeta militer bukanlah cara yang demokratis.


Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah kepada Rakyat Merdeka, Rabu (28/5).

“Begitu mendengar kabar militer Thailand mengambil alih pemerintahan, Presiden SBY segera menggelar pertemuan dengan para menteri yang menyertai kunjungan ke Filipina. Beliau menyatakan, sebagai anggota dan negara besar ASEAN, Indonesia tidak mungkin tidak peduli terhadap situasi yang terjadi di Thailand. ASEAN adalah sebuah komunitas yang disebut dengan caring and sharing community, saling berbagi dan peduli,” paparnya.
 
Berikut kutipan selengkapnya:
 
Apa yang dilakukan Indonesia terkait krisis politik di Thailand?
Saat menghadiri KTT ASEAN di Myanmar, Indonesia mendorong adanya penyelesaian politik yang baik. Apalagi saat ini ASEAN sudah memiliki piagam baru, New ASEAN Chapter. Dalam piagam tersebut disebutkan setiap anggota ASEAN wajib menghormati nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia.

Artinya, sikap Indonesia sejalan dengan komitmen ASEAN. Sebelum ada statement resmi dari ASEAN, Indonesia telah menyampaikan agar pihak militer tetap menjalin kerja sama dengan elemen lain agar ada solusi damai, demokratis, dan membawa manfaat bagi rakyat Thailand. Tindakan-tindakan inskonstitusional tidak sejalan dengan semangat kerja sama ASEAN.
 
Indonesia mendukung pemerintahan Thailand sekarang ini?
Secara politik, pemerintahan Thailand yang ada sekarang tak berjalan efektif. Yang terjadi saat ini, kendali pemerintahan berada di tangan militer. Dari posisi prinsip, Presiden sudah menyampaikan dengan jelas. Bahkan beliau (Presiden) mengirim Menteri Luar Negeri untuk menjajaki kesepakan bersama di ASEAN.

Dari sisi lain, Indonesia juga mengimbau agar proses politik di Thailand cepat mengkristal. Sebagai negara tetangga, kita tidak ingin instabilitas berkelanjutan di Thailand memberi dampak dalam kerja sama ASEAN.
 
Apakah krisis politik Thailand sudah memberi dampak kepada Indonesia?
Interaksi ekonomi kita dengan Thailand cukup maju. Namun, yang perlu dipahami, kita khawatir krisis politik di Thailand dipandang sebagai instabilitas politik yang luas.

Sebab, banyak negara atau masyarakat di belahan dunia lain yang tidak bisa membedakan antara kondisidi Thailand dengan kawasan Asian Tenggara.

Jadi, jangan sampai timbul satu persepsi kalau kawasan kita bukan kawasan yang stabil, rentan pengambil alihan kekuasaan secara inkonstitusional. Jika ini terjadi, akan merugikan kepentingan Indonesia.
 
Apa ada WNI di Thailand yang menjadi korban?
Sepengetahuan saya tidak ada. WNI kita di Thailand mentaati imbauan KBRI.

Perkembangan situasi politik Thailand terus di-up date dan masyarakat dapt mengetahui secara langsung. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya