Berita

Joko Widodo/net

Hukum

MISTERI TRANSJAKARTA

Beredar, Surat Jokowi Minta Jaksa Agung Tunda Pemeriksaan Dirinya

KAMIS, 29 MEI 2014 | 10:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Foto sepucuk surat yang disebutkan ditulis Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk Jaksa Agung Basrief Arief beredar di dunia maya.

Sejauh ini belum dapat dipastikan keaslian surat itu, walau menurut para pengedar disebutkan bahwa surat itu 100 persen asli.

Surat tersebut menggunakan kepala bergambar burung garuda dengan tulisan di bawahnya Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Serta ditandatangani oleh sang gubernur pada tanggal 14 Mei 2014.


Inti dari surat ini ada pada paragraph kedua dari bawah. Si penulis meminta agar proses penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan bus Transjakarta ditunda hingga pemilihan presiden selesai.

Berikut petikan utuh surat itu.

Kepada
Yth. Jaksa Agung Republik Indonesia
Di Tempat

Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat panggilan kepada Gubernur DKI Jakarta dari Kejaksaan Agung dengan nomor surat B-964/F.2/Fd1/05/2014 Pidsus 5B tertanggal 12 Mei 2014 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan selaku penyelidik, perihal pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Terkait dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Armada Bus Busway tahun anggaran 2013 oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Bersama ini kami memohon untuk dapat diberikan penangguhan proses penyidikan sampai selesainya Pemilu Presiden untuk menjaga stabilitas politik nasional.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Jakarta, 14 Mei 2014

Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Joko Widodo

Redaksi masih berusaha menelusuri keaslian surat ini. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya