Berita

Bung Karno/net

Apakah Waktu Jual Indosat Mega Juga Bertanya pada Arwah Bung Karno

RABU, 28 MEI 2014 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum PDI Perjuangan diminta agar berhati-hati dan berpikir berkali-kali sebelum mengeluarkan pernyataan politik yang bisa jadi sensitif. Misalnya soal pengakuannya berkomunikasi dengan arwah Bung Karno sebelum memberi mandat kepada Joko Widodo untuk dicalonkan sebagai presiden dari partai banteng itu.

Pernyataan Mega soal komunikasinya dengan arwah Bung Karno itu disampaikan saat bicara Di Rakernas II Partai Nasdem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, kemarin (Selasa, 27/5). Dan jadi pembicaraan hangat hingga malam ini.

Mega mengatakan, dirinya bertanya bagaimana pendapat Bung Karno tentang "Si Kerempeng". Yang dimaksud Mega dengan "Si Kerempeng" adalah Jokowi.


"Dia (Jokowi) itu tahan banting," demikian kata Mega jawaban arwah Bung Karno.

Antara lain yang mengecam pernyataan Mega itu adalah kelompok yang menamakan diri Poros Indonesia Kebangsaan. Dalam pesan yang disebar secara viral kelompok ini meminta Mega tidak menjual nama besar Bung Karno.

"Astagafirullah, sadarlah Ibu Mega. Jangan kau jual nama besar Bung Karno hanya utk kepentingan politikmu. Bung Karno memang bapak biologismu, tapi kamu yang pasti bukan anak ideologisnya," tulis PIK.

Kelompok ini balik bertanya, apakah langkah Mega ketika berkuasa menjual Indosat, atau aset-aset negara yang dikelola BPPN dengan murah ke pihak asing adalah juga atas restu Bung Karno.

Bagaimana dengan penjualan tanker VLCC milik Pertamina dan ladang gas Tangguh yang dijual dengan murah. Atau, lepasnya Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Apakah itu semua atas restu arwah Bung Karno juga, tanya mereka sinikal. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya