Berita

bbc

Dunia

Bila Disepakati, AS Tetap Siagakan 9.800 Pasukan di Afganistan

RABU, 28 MEI 2014 | 12:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat (AS) akan mempertahankan 9.800 pasukannya di Afganistan setelah misi tempur berakhir tahun ini.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden AS Barack Obama ketika mengumumkan rencananya di Gedung Putih.

Obama menyebut bahwa ribuan pasukan akan tetap disiagakan di Afganistan. Mereka secara berahap akan ditarik pulang ke AS hingga tahun 2016 mendatang.


Pasukan yang masih disiagakan di Afganistan bertugas untuk menjaga Kedutaan Besar AS, melatih pasukan Afganistan, dan mendukung operasi perlawanan terhadap terorisme.

Namun rencana Obama tersebut dapat berjalan bila Afganistan bersedia menandatangani perjanjian keamanan bersama.

Presiden Afganistan saat ini Hamid Karzai telah menolak untuk menandatangani perjanjian semacam itu dengan AS.

Namun, seperti dilansir BBC (Rabu, 28/5), Obama agaknya percaya diri bahwa dua kandidat presiden pengganti Kazai akan bersedia menandatangani perjanjian itu.

"Tahun ini, kita akan membawa perang terpanjang Amerika hingga akhir yang bertanggungjawab," kata Obama.

Dalam rancangannya, Obama menyebut bahwa pada awal tahun 2015, sebanyak 9.800 pasukan tentara akan tersebar di seluruh Afganistan.

Kemudian pada akhir tahun 2015, setengah dari jumlah tersebut terkonsentrasi di Kabul dan di dekat Pangkalan Udara Bagram.

Pada akhir 2016 mendatang, angka tersebut akan dikurangi. Sekitar 1.000 pasukan akan tetap disiagakan di Kedutaan Besar AS dengan bantuan keamanan komponen.

"Kami tidak akan lagi patroli di kota Afghanistan dan kota-kota, gunung atau lembah," kata Obama.

"Itu adalah tugas bagi rakyat Afghanistan," sambungnya.

Perang di Afganistan tercatat sebagai perang terpanjang dalam sejarah AS. Perang tersebut diluncurkan oleh Presiden George W Bush pasca tragedi11 September 2001. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya