Berita

ilustrasi/net

Moses HP yang Dikeroyok Tiga Polisi Diselamatkan Kakaknya yang Juga Polisi

SELASA, 27 MEI 2014 | 23:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Moses HP (29) dikeroyok tiga oknum polisi. Akibat pengroyokan, warga Perumnas Helvetia, Medan, itu mengalami luka di sekujur tubuh.

Peristiwa pengeroyokan ini bermula saat Moses hendak mengambil uang ke ATM sore tadi, sekitar pukul 15.00. Saat melaju di Jalan Muslihat, tepat di depan Gedung Milenium, Avanza hitam bernomor polisi BK 1995 KT yang dikemudikan Moses diserempet Avanza hitam bernomor polisi B 1824 FL.

"Dari kiri Avansa hitam  menyalip, tiba-tiba memotong jalur, masuk kanan tanpa lampu sen. Mobil saya keserempet," kata Moses kepada redaksi Selasa malam (27/5).


Moses turun dan menghampiri pengendara yang menyerempet mobilnya. Kebetulan laju lalin agak macet. Moses minta ganti rugi. Moses dan pengendara mobil satunya terlibat adu mulut di tengah jalan. Tak jelas jawaban yang diterima Moses, si pengendara malah mengajaknya memarkir mobil ke pinggir jalan.

"Setelah mobil terparkir, saya kembali menghampiri mobil yang menyerempet. Di dalam ada dua penumpang, satu sopir. Mereka keluar, saya minta ganti rugi. Mereka malah mendorong dan menarik-narik saya. Saya dipukuli, sampai tersungkur ke tanah" papar Moses.

Moses kalah jumlah. Perlawananya malah membuat pukulan dari tiga pelaku makin menjadi-jadi. Setelah badannya terkulai, wajah dan kakinya terluka kena pukulan dan tendangan, pelaku malah membrogol tangan Moses.

Penyiksaan terhadap Moses berlanjut. Dengan tangan terborgol, Moses dipaksa masuk ke dalam mobil. Dua pelaku membekap Moses, sementara seorang lainnya santai melajukan mobil. Moses dipukuli di dalam mobil yang melaju entah menuju ke manah.

"Saya dimasukkan ke kursi tengah. Posisi saya rebahan, kaki dipegang seorang pelaku, sementara wajah saya ditidurkan di paha seorang pelaku lainnya. Saya dipukuli. Saya teriak minta tolong, wajah saya terus dipukuli," beber Moses.

"Awalnya saya tidak tahu mereka polisi, mereka pakai pakaian preman," imbuh Moses.

Moses sempat menelpon kakak kandungnya saat adu mulut di tengah jalan. Moses minta bantuan karena mobilnya diserempet. Sang kakak yang bertugas di Polsek Belawan datang ke lokasi tapi tidak menemukan Moses. Moses sudah disekap dalam mobil, dan mobil belum lama melaju. Kakak Moses melakukan pengejaran.

"Abang kemudian memberhentikan mobil yang membawa saya. Jarak dari lokasi pertama sekitar 500 meter," kata Moses melanjutkan cerita.

Kakak Moses dan ketiga penyekap terlibat adu mulut. Sang kakak minta Moses dilepaskan.

"Kenapa adik ku dibawa, dia bukan perampok, atau pelaku narkoba," kata Moses menirukan kakanya.

Melihat kakak Moses memegang pistol, para pelaku juga mengeluarkan pistol sambil mengatakan mereka juga anggota kepolisian. Saat perselisihan terjadi, seorang yang diduga wartawan datang menghampir, mengeluarkan kamera dan mengambil foto.

"Mereka ketakutan, kembali masuk mobil dan langsung melarikan diri," kata Moses.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya