Berita

anis baswedan/net

Politik

PILPRES 2014

Alangkah Mulia Kalau Anies Baswedan Mundur

SELASA, 27 MEI 2014 | 17:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan masuk dalam tim pemenangan Jokowi-JK menuai protes. Sebagai pilihan politik, langkah Anies bisa dimaklumi. Tapi sebagai seorang rektor, Anies sepatutnya bersikap netral dan fokus mengurus kampus.

Kritik terhadap Anies antara lain disampaikan Ali Rasyid, alumni Universitas Paramadina. Ali menyampaikan kritikannya melalui surat terbuka.

"Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Anda adalah seorang rektor yang sepatutnya bersikap netral dan fokus mengurus kampus. Posisi Anda sebagai rektor di kampus Paramadina sangat melekat pada universitas. Anda tak bisa dipandang sebagai individu," kata Ali Rasyid dalam suratnya, Selasa (27/5).


Ali yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Paramadina tak habis pikir dengan sikap politik Anies. Anies adalah seorang rektor, bukan politisi. Sebelum memutuskan menjadi jurubicara pasangan Jokowi-JK, satu tahun terakhir Anies sibuk mengurus keikutsertaannya di Konvensi Capres Partai Demokrat.

"Saat masih kuliah, saya ingat betul, Mas Anies selalu menyatakan bahwa kampus harus steril dari kepentingan politik. Tapi kini dengan Anda menjadi jurubicara, secara tidak sadar kampus sudah menjadi kepentingan politik tertentu," papar Ali Rasyid, menekankan surat terbuka dibuatnya karena saking cinta dirinya terhadap Universitas Paramadina.

Karena itu Ali Rasyid menyarankan Anies lebih baik fokus menjalankan amanah sebagai rektor dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa, memperhatikan kesejahteraan karyawan serta menjadikan kampus Paramadina sebagai kampus yang bertaraf internasional (world class university), sebagimana tertuang dalam visi dan misi yang pernah Anies sampaikan saat dilantik sebagai rektor.

Ali Rasyid juga mengingatkan Anies berkaca dari sikap pendiri Universitas Paramadina Nurcholis Majid saat memasuki politik praktis. Cak Nur yang dikenal sebagai tokoh besar baik sebagai cendikiawan maupun tokoh bangsa, berbesar hati tidak pernah membawa nama Universitas Paramadina ketika terlibat dalam perhelatan politik praktis. Cak Nur mengerti dengan benar bahwa pendidikan jangan didekatkan dengan hiruk pikuk politik yang akan membuatnya tidak independen.

"Sudah sepatutnya Anda meniru kebesaran sosok Cak Nur. Jika Anda sudah tidak sanggup mengemban amanah sebagai rektor dan lebih memilih sibuk dalam politik praktis, alangkah mulianya kalau Anda segera meletakan jabatan sebagai rektor," pungkas Ali.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya