Berita

elliot rodger/net

Dunia

TRAGEDI SANTA BARBARA

Inilah Manifesto Putus Cinta Setebal 140 Halaman dari Isla Vista

SENIN, 26 MEI 2014 | 00:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sehari sebelum membantai korban-korbannya sebelum akhirnya bunuh diri dengan sebuah peluru menembus kepala, Elliot Rodger lebih dahulu mengunduh sebuah video mengenai hari pembalasan dendam di YouTube. Di dalam video itu terungkap niatnya membalaskan dendam kepada wanita-wanita yang menurutnya selalu mengabaikan dirinya.

Dua dari enam korban yang dibunuh Rodger adalah wanita. Kedua wanita itu tewas di depan sebuah rumah klub mahasiswa wanita di Ista Vila, California. Tadinya Rodger mengetuk-ngetuk pintu ingin masuk ke dalam klub itu. Pria berusia 22 tahun itu adalah mahasiswa di Santa Barbara City College, Isla Vista, California.

Empat korban lain adalah laki-laki. Tiga laki-laki ditikamnya berkali-kali hingga mati. Seorang lagi ditembaknya dari jarak dekat di sebuah kafe deli.

Peristiwa sadis ini terjadi Jumat malam (23/5).

Selain video itu, Rodger juga meninggalkan jejak lain, berupa sebuah biografi yang lebih mirip manifesto setebal 140 halaman. Stasiun televisi KEYT yang berafiliasi dengan CNN mendapatkan kopi manifesto itu.

"Orkestrasi yang aku lakukan pada Hari Pembalasan adalah usaha untuk melakukan apapun dengan kekuatanku untuk menghancurkan semua yang aku dapatkan," tulisnya.

Di dalam manifesto itu Rodger menumpahkan kemarahannya kepada wanita-wanita cantik yang begitu dia inginkan namun menolaknya.

"Aku akan hancurkan mereka," tulisnya.

Sebegitu bencinya pada wanita, Rodger pun menulis akan menghabisi laki-laki yang beruntung mendapatkan teman wanita.

"Aku akan membunuh mereka dan membuat mereka menderita, seperti halnya mereka membuatku menderita. Itu baru adil."

Sepanjang masa kecilnya, Rodger mengaku sebagai anak yang bahagia. Pun begitu, ia mengalami trauma yang begitu hebat di usia 7 tahun ketika kedua orang tuanya bercerai. Perceraian itu digambarkannya sebagai sebuah peristiwa yang mengubah kehidupannya.

Setelah perceraian itu ayahnya yang bekerja di industri film menemukan teman wanita dengan cepat. Dan ini membuatnya kagum pada ayahnya.

"Lelaki yang dengan mudah bisa menggaet wanita mendapatkan lebih banyak penghormatan dari kawan-kawannya, termasuk dari anak-anak," tulis Rodger.

"Betapa ironis, bahwa ayahku, salah seorang dari lelaki yang bisa dengan mudah mendapatkan wanita ternyata memiliki seorang anak yang harus berjuang keras untuk menemukan teman wanita," demikian Elliot Rodger. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya