Berita

LIGA CHAMPIONS

Denny JA: Lebih Tegang dari Jokowi vs Prabowo

MINGGU, 25 MEI 2014 | 09:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sempat terbelah menjelang pertandingan final Liga Champions di Lisbon, Portugal yang disiarkan dinihari tadi (Minggu, 25/5).

Hal serupa juga terjadi di kalangan pendukunga duet Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Sebagian dari pendukung Jokowi-JK mendukung Real Madrid. Sebagian lainnya mendukung Atletico Madrid. Pendukung PrabowopHatta pun demikian. Sebagian mendukung Los Blancos, sebagian lagi mendukung Los Colchoneros.


Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA juga ikut menyaksikan drama pertandingan final dan drama perpecahan kelompok pendukung capres-cawapres ini.

"Memang hanya bola yang mampu memecah dan menyatukan pendukung Jokowi dan Prabowo. Hanya sihir bola yang mampu mengalahkan polarisasi pendukung capres Jokowi dan Prabowo," tulisnya dalam akun Twitter @DennyJA_World>.

Squad Atletico Madrid yang dipimpin Diego Simeone unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Diego Godin. Namun menjelang babak kedua berakhir, Sergio Ramus berhasil menyamakan kedudukan.

Penghujung babak kedua sungguh menegangkan.

"Lebih tegang dari pertarungan pilpres Jokowi vs Prabowo," ujar Denny JA lagi.

Di babak perpanjangan waktu giliran Real Madrid yang pesta gol. Tiga gol tanpa balas disarangkan Gareth Bale, Marcelo dan Ronaldo.

"Akhirnya Real Madrid menang. Pendukung Jokowi dan Prabowo yang pro Real Madrid berpelukan. Namun selesai final, pendukung Jokowi dan Prabowo kembali ke posisi semula: berseberangan lagi," masih twit Denny JA.

Menurutnya, masing-masing pendukung Jokowi dan Prabowo ingin berakhir seperti Real Madrid, meraih kemenangan di saat akhir.

Pertarungan final Liga Champions kali ini terbilang keras. Wasit terpaksa mengeluarkan sembilan kartu kuning, masing-masing enam untuk Atletico Madrid, dan tiga untuk Real Madrid. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya