Berita

Yingluck Shinawatra/net

Dunia

Yingluck Shinawatra Masih Ditahan Tentara

SABTU, 24 MEI 2014 | 18:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak militer yang melakukan kudeta masih menahan mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Informasi ini diperoleh CNN dari sumber yang memiliki hubungan dekat dengan adik Thaksin itu.

Disebutkan bahwa Yingluck diminta melapor pada otoritas militer yang sedang berkuasa hari Jumat kemarin (23/5).

Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban memanggil 35 politisi lainnya hari ini (Sabtu, 24/5) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.


Sebelumnya lebih dari 100 orang telah diperiksa. Menurut jurubicara Dewan Nasional itu, pihaknya akan memeriksa 150 orang dari kelompok-kelompok politik yang selama ini betikai.

Disebutkan bahwa tidak semua dari yang bertikai akan ditahan. Dewan Nasional hanya akan menahan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kerusuhan dalam konflik politik.

Beberapa yang ditahan telah dibebaskan. Mereka diantaranya adalah pemimpin oposisi Abhisit Vejjajiva dan anggota Partai Pheu Thai yang pro Yingluck.

Dalam daftar politisi yang dipanggil hari ini terdapat beberapa akademisi dan pentolan kelompok oposisi Kaos Kuning,Sondhi Limthongkul. Dalam kerusuhan tahun 2009 lalu ia mengalami luka di bagian kepala. Namun kini ia telah sembuh dari luka itu.

Juga disebutkan, siapapun yang tidak memenuhi panggilan Dewan Nasional akan ditangkap sesuai hukum juncta yang berlaku.

Militer mengambil alih pemerintahan Thailand setelah beberapa bulan terakhir terjadi bentrokan antar kelompok politik yang merengut korban jiwa di Bangkok. CNN termasuk dalam daftar media yang dilarang mengudara di Thailand. Hari ini beberapa stasiun televisi seperti MCOT, TPBS dan NBT telah diizinkan kembali mengudara. [mel

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya