Berita

cnn

Dunia

Rusia Sepakat Pasok Gas ke China Selama 30 Tahun

KAMIS, 22 MEI 2014 | 11:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia sepakat memberikan pasokan gas alam kepada China selama 30 tahun, terhitung sejak tahun 2018.

Hal itu terkuak dalam perjanjian yang dibentuk kedua belah pihak di Beijing (Rabu, 21/5).

Secara lebih spesifik, kesepakatan tersebut dijalin oleh perusahaan gas negera Rusia Gazprom dan China National Petroleum Corporation (CNPC) selama kunjungan Presiden Valdimir Putin ke negeri tirai bambu tersebut.


Dalam perjanjian disebutkan bahwa Gazprom akan memasok 39 miliar kubik meter gas kepada China setiap tahunnya, dengan potensi peningkatan hingga 60 miliar kubik meter per tahun.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 10 persen penjualan tahunan Gazprom dari total 447 miliar kubik meter untuk konsumen domesetik maupun luar negeri.

Namun Kementerian Energi Rusia menolak menjelaskan mengenai harga yang akan dibayarkan oleh China untuk pasokan gas tersebut. Namun sebelum perjanjian resmi dibuat, seperti dilansir CNN, Rusia menyebut harapan biaya sebesar 456 miliar US dolar dalam jangka waktu 30 tahun.

Diketahui China sangat bergantung pada pasokan batu bara untuk pembangkit tenaga listrik dan sedang berusaha beralih ke sumber energi lainnya yang lebih bersih seperti gas untuk mengurangi tingkat polusi yang terjadi di sejumlah kawasan industri. Dengan demikian, kesepakatan yang baru dijalin dengan Rusia membawa angin segar untuk mengatasi masalah polusi tersebut.

Sedangkan bagi Rusia, perjanjian tersebut penting demi mengamankan pasar. Pasalnya Rusia tengah berupaya mengalihkan pasokan gas ke Eropa yang semula memiliki ketergantungan 30 persen gas dari Gazprom ke kawasan lain. Hal itu terkait dengan krisis yang terjadi di Ukraina, di mana Eropa sepakat memberlakukan sanksi kepada Rusia yang dinilai memiliki peran dalam krisis Ukraina. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya