Berita

Dunia

Pemuda Sahrawi Minta Bantuan Internasional Hentikan Polisario

RABU, 21 MEI 2014 | 12:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penangkapan El Ghilani Lahcen Ould Lhoucine Boumrah oleh pasukan keamanan Front Polisario terus mendapat perlawanan dari penghuni kamp pengungsi Tindouf di Aljazair. Dalam sebuah video yang beredar di dunia maya seorang pemuda Sahrawi yang mengenakan penutup wajah menceritakan kronologi penangkapan yang berbuntut kerusuhan pada 11 Mei lalu.

Dia mengatakan, perlawanan kelompok pemuda Sahrawi terhadap rezim Polisario yang sejak pertengahan 1976 berkuasa di kamp itu terjadi karena ketimpangan ekonomi dan tekanan rezim Polisario yang semakin tinggi.

Video itu di rekam di salah satu pojok di dalam Kamp Tiondouf yang diberi nama Laayoune. Nama ini diambil dari sebuah kota dengan nama yang sama di selatan Maroko. Dari pemberitaan yang ramai mengenai kejadian ini, video tersebut dibuat pada tanggal 14 Mei lalu.


Petinggi-petinggi Polisario sebelumnya mengatakan bahwa bentrokan tanggal 11 Mei itu tidak dapat dihindari. Menurut pihak Polisario mereka terpaksa menghadapi kelompok pemuda Sahrawai dengan kekerasan karena demonstrasi yang dilakukan tersebut sudah tergolong sebagai tindakan subversi.

Adapun pemuda yang berbicara di dalam video itu membantah pernyataan Polisario. Dia mengatakan, mereka sedang melakukan aksi duduk di depan kantor Polisario di daerah itu. Adapun El Ghilani ketika itu sedang mempersiapkan pembangunan toko tempat ia mencari nafkah.

Kelompok pemuda juga mengatakan mereka akan terus menggelorakan perlawanan terhadap Polisario yang selama ini mengambil keuntungan politik dan ekonomi dari konflik berkepanjangan dengan Kerajaan Maroko. Polisario mengklaim wilayah selatan Maroko sebagai sebuah negara yang berdaulat.

Juga disebutkan bahwa Polisario memanfaatkan bantuan kemanusiaan yang selama ini diberikan berbagai lembaga internasional untuk kepentingan segelintir elit saja. Kelompok Pemuda Sahrawi juga mengundang pihak internasional untuk membantu mereka menghakhiri kekejaman rezim Polisario.

Aksi duduk di depan kantor UNHCR di Rabaouni di Tindouf berlangsung sejak bulan Januari lalu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya