Berita

Politik

Soal Kampanye Media Sosial: Prabowo Didukung Internal, Jokowi Diangkat Relawan

SENIN, 19 MEI 2014 | 10:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua bakan calon presiden yang digadang-gadang melenggang dalam pemilu presiden tahun ini yakni Joko Widodo dari PDI Perjuangan dan Prabowo Subianto dari Gerindra kerap memanfaatkan media sosial demi mengoptimalkan sosialisasi di akun resmi serta melibatkan partisipasi pengguna internet atau netizen.

Hasil monitoring dan analisa dari PoliticaWave.com menunjukkan adanya perbedaan dalam mengoptimalkan kampanye di media sosial antara dua capres tersebut.

Kampanye media sosial Prabowo bertumpu pada akun-akun yang terafiliasi langsung dengan Gerindra, seperti @Gerindra, @FansGerindra, @Gerindradpddki, @Gerindra_Sulsel, @GarudaPrabowo, @Vote_Prabowo, @FCPrabowoSulsel, @Info_Prabowo, @InfoGerindra, @Fadlizon, @Habiburokhman, dan @Zarryhendrik.


Sementara Jokowi tidak terlalu terlihat didukung oleh akun-akun yang berafiliasi langsung dengan PDIP, tetapi oleh akun-akun yang berasal dari basis relawan. Beberapa akun pendukung Jokowi adalah @Jokowi4Me, @PDI_Perjuangan, @InfoJKW4P, @Jokowi_Ina, @Bara_Jokowi, @Relawan_Jokowi, @JKW4P, @Jasmev2014, @IwanPiliang, dan @KartikaDjoemadi.

Atas perbedaan cara komunikasi di media sosial tersebut, kata Founder of PoliticaWave Yose Rizal dalam rilis yang diterima redaksi (Senin, 19/5), terdapat kelebihan dan kekuranganya masing-masing.

"Kampanye media sosial Prabowo karena bertumpu pada akun-akun yang berafiliasi dengan Gerindra memiliki sistem komunikasi yang lebih rapi," kata Yose.

Pasalnya, terdapat keseragaman dalam menjelaskan dan menjawab berbagai isu yang berkembang serta memiliki FAQ (Frequently Asked Question) yang disepakati bersama. Selain itu akun-akun tersebut juga cenderung tidak emosional dalam merespon berbagai serangan yang terjadi.

"Kekurangannya adalah karena akun-akun ini berasal dari social network yang sama, memiliki keterbatasan dalam menjangkau akun netizen secara luas. Jumlah percakapan dan jangkauan percakapan tentang Prabowo menjadi terbatas," lanjutnya.

Sementara itu kampanye media sosial Jokowi, jelasnya, dinilai kurang seragam dan banyak spontanitas, karena bertumpu pada jaringan relawan. Sehingga terdapat jenis respon yang berbeda dalam berbagai isu.

"Tidak semua gugus relawan memiliki pemahaman konten dan isu yang sama. Letupan emosi pun sering terlihat dalam merespon berbagai serangan yang terjadi," ujar Yose.

Namun, karena komunikasi terjadi dalam banyak gugus relawan, jumlah dan jangkauan percakapan tentang Jokowi menjadi sangat luas. Percakapan tentang Jokowi dapat menjangkau berbagai simpul social network netizen yang sangat berbeda.

"Banyak dari simpul-simpul ini yang sebelumnya tidak terhubung satu sama lain, hubungan komunikasi terjadi karena percakapan tentang Jokowi," bebernya.

Analisa tersebut merupakan hasil monitoring PoliticaWave di sejumlah media sosial yakni Twitter, Facebook, Youtube, Online Forum, Online News dan Blog pada periode 5-11 Mei 2014.

Selama periode tersebut tercatat 220.699 percakapan tentang Jokowi dan 26,890 percakapan tentang Prabowo. Sedangkan tercatat ada 43,203 netizen yang melakukan percakapan tentang Jokowi dan 10.028 netizen yang melakukan percakapan tentang Prabowo. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya