Berita

Ical-Pramono Sulit Menang

SABTU, 17 MEI 2014 | 22:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Poros baru Golkar dan Demokrat disebut-sebut sudah terbentuk, dan akan mengusung duet Aburizal Bakrie-Pramono Edhi Wibowo sebagai pasaangan capres dan cawapres. Pakar politik Muhammad AS Hikam menilai kekuatan Ical-Pramono tak terlalu menjanjikan untuk bisa menaklukkan jagoan yang diusung poros Banteng dan poros Garuda, Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Probabilitas (menang) nya sangat kecil," kata Hikam (Sabtu, 17/5).

Meski begitu, katanya, pasangan Ical-Pramono bisa menjadi spoiler alias perusak suara Jokowi dan Prabowo. Hikam memprediksi meski elektabilitas Pramono lemah, tetapi bukan tidak mungkin di beberapa daerah dia mampu menjadi daya tarik.


Dan jika Pilpres terjadi dua putaran, maka kekuatan poros baru akan ikut menjadi penentu siapa yang terpilih jadi presiden. Menurut Hikam, kehadiran poros Beringin akan membuat tekanan kepada pasangan Banteng dan Garuda untuk memenangkan Pilpres satu putaran makin kuat. Tapi, tekanan tersebut lebih kuat kepada pasangan Banteng yang mencalonkan Jokowi karena Garuda dan Beringin lebih memungkinkan bersatu dan menjadikan sebagai musuh bersama.

Persoalan lain, kata Hikam, Pilpres 2014 akan semakin ditentukan oleh siapa yang menjadi cawapres masing-masing. Bagi pasangan Banteng, jalan terjal belum terlewati meski elektabilitas Jokowi sangat unggul. Untuk memuluskan langkah menuju kursi RI 1, Jokowi perlu dukungan tambahan dari pemilih muslim, khususnya Nahdliyyin. Itu sebabnya Jokowi perlu cawapres yang punya afinitas kuat kepada pemilih NU sehingga bisa mendatangkan pundi-pundi suara di pilpres.

"Pasangan Garuda juga demikian. Prabowo memang populer tetapi tak sepopuler Jokowi. Dia harus berhati-hati dalam memilih cawapresnya agar bisa menambah suara dari kalangan Islam. PKS dan PPP tampak keberatan jika Hatta Rajasa menjadi pilihannya," demikian Hikam.[dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya