Berita

bambang soesatyo/net

Bamsoet: Golkar Lebih Baik Merapat ke PDIP daripada Terjebak Koalisi Odong-odong

SABTU, 17 MEI 2014 | 13:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komunikasi politik Partai Golkar dan Partai Demokrat belum menemukan titik temu. Selain menunggu hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Golkar juga mau melihat dulu apakah Pramono Edhie Wibowo yang diajukan Demokrat itu laku atau tidak.

"Aneh juga ya. Masa cawapresnya dari Konvensi lucu-lucuan yang dijagokan bukan pemenang konvensinya? Jadi, kalau dipaksakan, koalisi odong-odong dong namanya," kata Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 17/5).

Selain itu, lanjut Bambang, bila skenario itu berjalan dan Golkar ikut skenario tersebut maka Golkar masuk dalam jebakan batman. Maka Bambang mengingatkan agar elit Golkar lain dengan membangun koalisi dengan partai yg saat ini sedang dihukum dan dihujat rakyat.


Bagi Bambang, indikator Demokrat sedang dihukum rakyat sangat mudah dilihat. Partai Demokrat terjun bebas dan suaranya hilang 50 persen dibanding Pemilu 2009. Karena itulah Golkar akan menolak poros baru yang disodorkan SBY.

"Menurut saya Golkar merapat ke PDIP itu sudah tepat dan benar. Meskipun Capresnya petugas partai, hehe," kata Bambang.

Dikabarkan, Golkar dan Demokrat sepakat membentuk poros baru di luar Jokowi dan Prabowo. Kedua partai sepakat untuk mengusung Aburizal Bakrie-Pramono Edhi Wibowo.

Kesapakatan diambil oleh tim 6 yang dibentuk bersama. Tim ini terdiri dari tiga orang Golkar dan tiga orang Demokrat.  Dari Golkar ada MS Hidayat, Agung Laksono dan Idrus Marham. Sementara dari Demokrat ada Syarif Hasan, Jero Wacik dan Edhi Baskoro Yudhyono. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya