Berita

Mirip Soekarno-Hatta, Duet Prabowo-Hatta Jadi Dwi Tunggal Jilid II

JUMAT, 16 MEI 2014 | 18:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Duet Prabowo-Hatta bisa menjadi ikon kebanggaan Indonesia karena dapat mewarisi keteladanan dwi tunggal Soekarno-Hatta. Dan bila mau jujur, meskipun berbeda generasi, Prabowo-Hatta memiliki banyak kesamaan dengan Soekarno-Hatta: mulai dari pemikiran yang visioner, sikap tegas menghadapi penjajahan bangsa asing, hingga kecenderungan melakukan pembagian peran di antara keduanya.

"Karenanya, Prabowo-Hatta adalah dwi tunggal jilid dua," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, beberapa saat lalu (Jumat, 16/5).

Menurut Syahgada, Prabowo, selayaknya Soekarno, dikenal sosok pemimpin yang memiliki ketegasan dan keberanian, di samping berkomitmen tinggi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sedangkan Hatta Rajasa adalah tipikal pemimpin yang tenang, dengan kemampuan seorang teknokrat pembangunan yang berpengalaman dalam konsep ekonomi.

"Bukan kebetulan pula, Prabowo memiliki kemampuan retorika menyerupai Bung Karno yang berapi-api dan sarat motivasi. Adapun Hatta Rajasa sebagaimana Bung Hatta, kerap tampil berpidato dengan datar namun tegas dan terstruktur," lanjut Syahganda.

Anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pusat ini mengingatkan, dalam sejarahnya Soekarno-Hatta selalu memutuskan bersama setiap persoalan besar bangsa. Mereka bermusyawarah terlebih dahulu dengan pendapat masing-masing. Setelah kata sepakat didapat, pendapat tersebut kemudian dilontarkan sebagai pendapat bersama.

"Begitu pendapat sudah dikeluarkan maka akan dibela oleh keduanya. Itulah makna dan hakikat dwi tunggal," jelasnya.

Kendati dalam beberapa hal Soekarno dan Hatta berlawanan pandangan, Syahganda memastikan kedua pemimpin bangsa itu memiliki komitmen yang sama, utamanya dalam kaitan membawa Indonesia menjadi bangsa berdaulat, mandiri di semua bidang, serta berdiri sama tinggi dengan bangsa lain di dunia.

Syahganda mengungkapkan, kesamaan platform untuk membangun bangsa itu kini menonjol pada dwi tunggal Prabowo-Hatta. Dalam banyak kesempatan, Prabowo sering menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi nasional yang ia sebut 'paradoks Indonesia', oleh sebab kenyataan negara ini kaya tapi rakyatnya miskin. Keprihatinan Prabowo juga ikut memicu semangatnya untuk bangkit dan membangun Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat.

Di sisi lain, tambahnya, jam terbang Hatta Rajasa di ranah birokrasi tak perlu diragukan. Terakhir, selaku Menko Perekonomian Hatta mampu membangkitkan optimisme menyusul keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-10 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia versi World Bank.

”Saya optimistis, dwi tunggal jilid dua ini akan mampu mengadopsi sisipositif dari dwi tunggal jilid satu yang legendaris. Tentu, disesuaikan dengan konteks dan tantangan zaman yang saat ini sudah berbeda, ujar kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya