Berita

Strategi Ini Harus Dijalankan Golkar Bila Mau Tetap di Pemerintahan

JUMAT, 16 MEI 2014 | 16:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kondisi internal Golkar membuat saling ketergantungan satu sama lain. Bila Golkar mau masuk pemerintahan, maka Golkar harus masang cawapres. Di saat yang sama, bila mau menang satu putaran, Jokowi atau Prabowo harus menggandeng tokoh Golkar.

"Dengan alasan suara 14 persen, jika Golkar solid maka dapat memberikan dukungan yang luar biasa besar kepada capres yang mengusungnya," kata Ketua Forum Indonesia Maju (Forima), Dicky Andika, saat diskusi bertema "Kemana Partai Golkar Akan Berlabuh?" di Jakarta (Jumat, (16/5).

Dicky pun menyarankan Ketua Umum Golkar sekaligus capres Aburizal Bakrie menjadi King Maker seperti yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri. Dan bila ini dilakukan maka ARB akan dipandang sebagai negarawan sejati.

Menurut Dicky, dalam Rapimnas Partai Golkar yang akan dilaksanakan pada 17-18 Mei mendatang, Golkar sebaiknya mengajukan cawapres dari politisi muda Golkar, yakni Priyo Budi Santoso kepada mitra koalisi untuk dijadikan pasangan dalam pertarungan pilpres mendatang. Pengajuan nama Priyo sebagai cawapres didasarkan sebagai tokoh muda yang memiliki banyak pengalaman sebagai aktivis dan politisi.

Selain tegas dan cepat dalam mengambil keputusan, dia menilai Priyo juga memiliki ketajaman visi tentang birokrasi dan pemerintahan serta pertahanan, juga berpengalaman sebagai Wakil Ketua DPR RI. Sementara dari sisi komunikasi politik, sosok Ketua Umum MKGR itu akan mampu membangun komunikasi dengan setiap elite partai dari semua kalangan dan relatif dapat diterima semua pihak.

"Jika Golkar mampu memainkan strategi ini, maka peluang bagi Golkar untuk tetap di pemerintahan akan sangat besar," demikian Dicky. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya