Berita

muhaimin iskandar/net

Wajar Bila Muhaimin Iskandar Dianggap Paling Pantas Jadi Cawapres Jokowi

JUMAT, 16 MEI 2014 | 14:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Calon wakil presiden (cawapres) untuk Jokowi hingga saat ini belum juga pasti.

Besar kemungkinan, cawapres untuk Jokowi akan diumumkan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran. KPU membuka pendaftaran capres-cawapres pada 18-20 Mei 2014.

Karena belum pasti itu, wajar saja pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan nama Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Usul ini bahkan relevan ditinjau dari beberapa sisi yang memang penting untuk merebut kemenangan.


Muhaimin Iskandar adalah salah satu kader Nahdhatul Ulama. Perolehan suara PKB yang kemarin meningkat juga diyakini karena ada NU effecet. Di saat yang sama, sinyal dukungan NU kepada PKB begitu nyata dalam pemilihan legislatif kemarin.

Bila Muhaimin Iskandar menjadi cawapres, warga Nahdliyin diyakini bisa total mendukung pasangan Jokowi-Muhaimin.

Dari sisi sumbangan elektoral, Muhaimin juga yang paling pas. Perolehan suara PKB di atas suara Partai Nasdem, yang dikabarkan juga mengajukan nama lain. Perolehan suara PKB mencapai 9,4 persen dengan total 11.298.957 pemilih. Sementara Partai Nasdem memperoleh 6,72 persen dengan total 8.402.812 pemilih.

Dari sisi kebutuhan untuk mengisi kekurangan Jokowi, Muhaimin juga dinilai tepat. Muhaminin bisa menjadi simbol kelompok muslim santri, di tengah serangan pada Jokowi yang dinilai kelompok nasionalis-sekuler. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya