Berita

ilustrasi/net

Ada Kekuatan Asing yang Mau Hentikan Pemugaran Gunung Padang

JUMAT, 16 MEI 2014 | 11:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keberadaan situs megalitikum Gunung Padang bisa menjadi titik awal kebangkitan Indonesia. Karena itu, hampir bisa dipastikan ada kepentingan politik internasional yang menghendaki agar Indonesia tidak bangkit.

Demikian disampaikan Geolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Danny Hilman. Bisa jadi, ungkap Danny, kekuatan asing ini akan menyusup ke pemerintahan baru di masa mendatang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menghentikan upaya pemugaran situs fenomenal yang berusia lebih dari 10.000 tahun sebelum Masehi ini.

"Kekuatan asing itu yang harus kita hilangkan," kata Danny, yang juga salah satu peneliti dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri (TTPM) beberapa saat lalu (Jumat, 16/5)


Karena itu Danny dan tim berharap semua pihak mengerti permasalah tersebut sehingga dapat memperjuangkan pembangunan situs ini secara bersama. Ia mencontohkan keberadaan kelompok-kelompok yang menentang pemugaran adalah mereka yang  terus membuat berita kontroversial yang tidak jelas.

Untuk itu, ia juga mengharapkan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar "menengok ke belakang", dan  melihat bahwa politik memecah belah, devide et impera, dari pihak musuh dapat membuat negara kita lemah.

"Kalau kita menengok ke masa lalu, sebenarnya hal ini biasa, politik devide et impera, ini yang dapat membuat kita lemah," demikian Danny. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya