. Partai Golkar ibarat gadis cantik bagi Prabowo dan Jokowi. Sebab siapapun yang didukung Golkar, menyusul posisi Aburizal Bakrie yang deadlock, bisa menang satu putaran.
"PDI Perjuangan atau Gerindra harus bersabar menunggu jawaban partai berlambang pohon beringin itu. Kesepakatan koalisi tak bisa ditentukan oleh Ical sendiri melainkan keputusan Rapimnas," kata pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara, Ahmad Taufan Damanik, saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.
Dia pun mengingatkan agar parpol yang diajak komunikasi oleh ARB tidak jumawa lebih dulu. Sebab bangunan koalisi tetap ditentukan oleh Rapimnas.
"Jangan ge er dulu parpol yang diajak komunikas oleh Ical karena mereka bagamanapun akan mengikuti hasil Rapimnas lebih dulu. Ya mau tak mau mereka harus sabar nunggu hasil Rapimnas," jelas dia.
Dia menjelaskan, kunci agar Golkar mau berkoalisi adalah mengerti dengan pragmatisme yang diinginkan partai berlambang pohon beringin itu.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menyarankan agar Golkar segera menggelar Rapimnas lebih awal agar tradisi berada dalam kekuasaan tidak tertutup. Emrus juga sependapat agar parpol lain yang ingin mengajak berkoalisi harus sabar menunggu hasil Rapimnas.
Saat ini internal Golkar dikabarkan tengah menggodok enam kader potensial untuk diusung sebagai Cawapres, antara lain, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Luhut Panjaitan, Ginandjar Kartasasmita, Priyo Budi Santoso, dan Agung Laksono. [ysa]