. Indonesia, Timor Leste, dan Australia berkomitmen untuk bekerjasama mengelola wilayah laut Arafura dan laut Timor atau Arafura dan Timor Seas (ATS).
Hal itu ditunjukkan dengan penandatanganan Ministerial Declaration on Strategic Action Programme of the ATS Action yang digelar di Grand Kawanua Manado pada Kamis (15/5) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sharif C. Sutardjo, Menteri Pertanian dan Perikanan dan Perikanan Timor Leste Marino Assanami Sabino, dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty.
Pendandatanganan tersebut, kata Sharif dalam sambutannya, merupakan komitmen serta aksi nyata dari serangkaian usulan kerjasama dan pengaturan kelembagaan yang meliputi isu Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, pencemaran laut, serta dampak perubahan iklim.
"Indonesia mendukung hal ini untuk mengantisipasi degradasi kualitas lingkungan," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kerjasama tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF). Pasalnya ketiga negara juga terlibat di dalamnya.
Laut Arafura sendiri, sambungnya, memiliki peranan penting bagi kesejahteraan masyarakat, karena mendukung hampir 50 persen jumlah udang yang ditangkap di alam dan 20 persen ikan di Indonesia.
"Bagi Indonesia, Arafura merupakan salah satu laut yang paling Produktif. Ini merupakan kontribusi bagus bagi perekonomian kita," tandasnya.
[ysa]