Berita

prabowo-hatta/net

Kalangan Islam Patut Dukung Pasangan Prabowo-Hatta Rajasa

KAMIS, 15 MEI 2014 | 13:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa merupakan tokoh yang selalu membawa arah dan dinamika bagi pentingnya memelihara semangat ukhuwah Islamiyah, terutama dalam konteks kebangsaan. Karena itu, duet ini pasti bisa diterima oleh komponen keislaman. Apalagi, selama ini juga, keduanya merupakan sosok yang telah banyak bersentuhan dalam aspirasi keumatan dan mampu merekat komunikasi dengan elemen Islam.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, terkait keraguan yang disampaikan Ketua Harian Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembanguan (PPP) KH Nur Muhammad Iskandar. Nur Muhammad Iskandar mengatakan pasangan Prabowo-Hatta sulit dipilih warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan alasan cawapresnya bukan berasal dari NU.

Menurut Syahganda, beberapa saat lalu (Kamis, 15/5), keraguan Nur Iskandar bukanlah sebuah sikap antipasti kepada Hatta Rajasa. Selain itu, penyataannya pun belum sepenuhnya dipandang mewakili suara basis NU.


"Ini, kan konteksnya Kyai Nur Iskandar sebagai elit PPP, dan meskipun PPP berbasis pada massa NU, namun keberatannya tentu tidak otomatis menjadi sikap politik yang meliputi warga NU pada umumnya," kata mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) itu.

Syahganda yang juga anggota dewan pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat, itu menambahkan, figur Nur Iskandar sebenarnya dikenal memiliki pergaulan luas dengan kelompok Islam di luar NU, sehingga sikap dan pemikirannya jauh lebih moderat termasuk bersifat akomodatif dalam melihat perkembangan, baik menyangkut politik keumatan atau kebangsaan.

"Jadi, melihat kewibawaan dan penerimaan figurnya yang diterima luas oleh umat Islam, maka tidak mungkin Kiai Nur dengan mudah akan menolak kehadiran sosok cawapres berunsur Islam yang walaupun tidak khusus mewakili NU," ungkapnya.

Syahganda justru berpendapat, Hatta Rajasa selaku cawapres perlu dinilai dalam kapasitas aset nasional yang sudah teruji rekam jejak maupun komitmen kebangsaanya, dan di sisi lain harus ditempatkan sebagai agenda menciptakan kemaslahatan bangsa berikut untuk kemajuan umat Islam, yang diakui masih mengalami ketertinggalan di bidang sosial ekonomi.

"Karena itu, keberadaan Hatta Rajasa dengan mandat cawapres memerlukan apresiasi serta dukungan berbagai pihak di tingkat pemangku keumatan, demi agenda besar bangsa dan umat Islam sendiri," pungkas Syahganda. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya