Berita

muhaimin iskandar/net

Cak Imin Penuhi Kriteria untuk Jadi Pendamping Jokowi

RABU, 14 MEI 2014 | 17:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, merupakan salah satu contoh pemimpin yang komplit. Ia merupakan tokoh muda yang visioner, memiliki rekam jejak dan integritas bagus, berpengalaman di eksekutif dan legislatif, serta memiliki basis dukungan kuat di kalangan Nahdliyyin.

"Memenuhi seluruh kriteria untuk menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres mendatang," kata Ketua Umum Garda Bangsa yang juga Sekretaris PKB di DPR, M. Hanif Dhakiri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 14/5).

Dari sisi karakter kepemimpinan, Hanif menilai Jokowi dan Muhaimin memiliki chemistry yang kuat dan cocok. Gaya kepemimpinan Jokowi yang sederhana dan tidak berjarak dengan rakyat selaras dengan gaya kepemimpinan dunia pesantren yang bersahaja dan egaliter.


"Gaya kepemimpinan Jokowi itu pas dengan kultur kepemimpinan pesantren yang ada pada diri Cak Imin. Sama-sama sederhana, bersahaja dan tidak berjarak dengan rakyat. Keduanya adalah kombinasi yang tepat untuk Indonesia baru yang lebih baik," terangnya.

Hanif menjamin seluruh kekuatan struktural dan kultural PKB maupun NU akan lebih bisa all-out memenangkan Jokowi apabila Muhaimin Iskandar yang mendampinginya sebagai Cawapres. Kombinasi Jokowi-Muhaimin, dalam pandangan Hanif, juga akan menegaskan kebersamaan PDIP-PKB sebagai kebersamaan ideologis dan strategis.

Jokowi-Muhaimin, lanjutnya, akan menjadi simbol kebersamaan NU dan Marhaen; dua kekuatan politik yang merupakan pemegam saham utama NKRI. Duet Jokowi-Muhaimin sungguh pas mengusung cita-cita Trisaksi Bung Karno.

"Cak Imin punya banyak nilai tambah bagi Jokowi. Insya Allah bisa menang satu putaran", tegasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya