Berita

ppp/net

Langkah PPP Merapat ke Prabowo Wujud Aspirasi Strategis Umat Islam

SELASA, 13 MEI 2014 | 15:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Langkah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merapat ke Prabowo Subianto merupakan wujud aspirasi strategis antara parpol Islam dengan kekuatan nasionalis, sehingga patut untuk diapresiasi.

"Dari sisi kepentingan bangsa tentu ini langkah yang simpatik dan tepat, karena PPP telah meletakkan semangatnya untuk berjuang bagi mandat kepemimpinan bangsa dengan lingkungan nasionalis, bukan lagi menggunakan isu poros Islam," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, beberapa saat lalu (Selasa, 13/4).

Syahganda mengakui, ada beberapa partai lain juga yang berbasis nasionalis, seperti Golkar dan PDI Perjuangan. Namun tetap pilihan PPP untuk mendukung Prabowo merupakah langkah yang bisa menciptakan hubungan politik yang diikat dengan komitmen nasionalisme, terutama terkait upaya pencapresan kali ini.


"PPP memberi warna politik dalam kehendak membangun bangsa atas dasar keislaman yang terbuka, serta dipadu dalam corak nasional kebangsaan sehingga masuk ke perjuangan lebih luas dengan mendukung Prabowo," jelas anggota dewan pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pusat ini.

Karena itu, tambah Syahganda, langkah partai berlambang Ka'bah itu tak lagi berada dalam bayang-bayang sempit demi suatu kelompok keumatan, namun justru sebaliknya, mengukuhkan sikap pada orientasi nasional kerakyatan dengan pijakan makna nasionalisme.

"Pengertian nasionalisme ini meliputi keberpihakan PPP untuk kemajuan bangsa dan rakyat, sebagaimana menjadi cita-cita dan program perjuangan capres Prabowo," ujar Syahganda, yang juga kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia itu.

Sedangkan untuk Gerindra atau Prabowo sendiri, kehadiran PPP dalam gerbong koalisi ke arah dinamika pencapresan bermakna semakin sinergis yang melibatkan sejumlah poros Islam, karena telah ada pula partai Islam lain yaitu Partai Keadilan Sejahtera, termasuk Partai Amanat Nasional yang dipandang memiliki basis utama massa keislaman.

Ia juga menyebutkan, dukungan PPP menggambarkan fenomena muatan kalangan Islam yang lebih kokoh di barisan Prabowo. Bahkan, keberadaan PPP mampu membawa dukungan kelompok Islam berbasis ahli-sunnah wal-jamaah sekaligus massa tradisional Islam, dan berpotensi besar untuk memenangkan pencapresan Prabowo di Pilpres 2014.

"Memang, dari sisi elemen Islam, koalisi di tubuh Prabowo dirasakan cukup lengkap dan paling mumpuni representasinya," ungkap Syahganda. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya