Berita

ILUSTRASI/NET

VIRUS KORONA MERS

Ini Beberapa Langkah Agar Haji dan Umroh Tetap Aman

SENIN, 12 MEI 2014 | 10:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di tengah virus Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (Mers-Cov) yang kini sedang ramai dibicarakan dan menyebar, ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan agar tetap dapat melaksanakan ibadah haji maupun umroh dengan aman.

Pertama, kata staf pengajar Departemen Pulmologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr. Diah Handayani, memahami informasi kewaspadaan kesehatan dalam perjalanan seperti memahami gejala influenza, infeksi saluran napas dan diare serta segera melaporkan kondisi kepada petugas di tempat kedatangan maupun keberangkatan.

Kedua, lanjut Diah, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 12/5), bila didapatkan gejala sakit pernafasan akut seperti demam, batuk atau yang lebih berat sesak hingga mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya meminimalkan kontak dengan banyak orang. Dan yang tak kalah penting menerapkan etika batuk, yaitu menutup hidung dan mulut bila batuk dan bersin, membuang tisu bila menggunakan tisu dan segera cuci tangan sesudahnya, atau menutupnya dengan lengan baju.


"Ketiga, bila seorang kembali dari Timur Tengah dan mengalami gejala penyakit saluran napas akut segera pergi ke Puskesmas, dokter atau fasilitas kesehatan lain terutama dalam dua minggu sejak pulang, serta sampaikan kepada petugas kesehatan bahwa penderita tersebut memiliki riwayat perjalanan ke negara Timur Tengah terutama haji dan umroh," kata Diah yang juga aktif di Unit Kajian Rokok dan Penyakit Respirasi Pengurus Pusat  Islamic Medical Association and Network of Indonesia (IMANI).

Selama dalam ibadah haji atau umroh, saran Diah lagi, hindari kontak dengan hewan ternak terutama unta, dan hati-hati bila pergi ke peternakan, pasar hewan ternak ataupun rumah potong hewan ternak. Juga yang tak kalah penting, menghindari mengkonsumsi produk hewan ternak mentah seperti susu onta mentah, atau produk hewan mentah lainnya. Di saat yang sama, konsumsi makanan yang sehat dan bersih, sementara bila membeli makanan pilihlah yang matang dan tertutup sehingga terhindar kontaminasi berbagai kotoran termasuk kotoran hewan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya