Berita

ilustrasi/net

Masih Mungkin Virus Korona Mers Juga Ada pada Kambing, Sapi atau Babi

SENIN, 12 MEI 2014 | 09:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Proses penularan virus Middle East respiratory syndrome coronavirus (Mers-CoV) belum sepenuhnya jelas. Beberapa kasus menunjukkan penularan terbatas dari manusia ke manusia yaitu hanya pada orang dengan kontak erat, seperti di antara keluarga, pasien dalam satu rumah sakit dan petugas kesehatan yang merawat penderita Mers CoV.

"Penularan terbatas ini umumnya terjadi bila kontak erat pasien tanpa disertai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang adekuat," kata staf pengajar Departemen Pulmologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr. Diah Handayani, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 12/5).

Sementara penularan dari binatang, ungkap Diah, juga belum jelas benar meski didapatkan bukti bahwa terdapat virus Mers CoV yang sama dengan yang didapat dari manusia pada beberapa populasi unta di Mesir, Qatar dan Arab Saudi. Maka berdasarkan hal ini masih mungkin didapatkan virus Mers CoV pada hewan lain seperti kambing, domba, sapi, babi dan lainnya.


"Hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian di Mesir pada rumah pemotongan hewan didapatkan 3,6 persen unta terinfeksi virus MERS CoV tetapi tidak ditemukan pada manusia yang kontak di sekitarnya," kata Diah, yang juga aktif di Unit Kajian Rokok dan Penyakit Respirasi Pengurus Pusat  Islamic Medical Association and Network of Indonesia (IMANI).

Berdasarkan hal ini, lanjut Diah, masalah unta sebagai sumber penularan MERS CoV masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun demikian kewaspadaan tetap harus dilakukan. Kewaspadaan tersebut mencakup menghindari bepergian ke pasar hewan ternak, rumah potong hewan ataupun kebuh yang memiliki hewan hewan ternak selama berada di negara TImur Tengah.

"Kewaspadaan umum lain adalah menjada kebersihan tangan (cuci tangan), menghindari konsumsi susu mentah, atau mengkonsumsi makanan yang mungkin tercemar oleh kotoran binatang.  Dianjurkan juga untuk mencuci, mengupas dan memasak makanan sebelum dikonsumsi. Vaksinasi khusus untuk mencegah MERS CoV belum ditemukan," ungkap Diah. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya